PLAYEN, Rabu Kliwon—Dengan rentang waktu panen lebih pendek dan hasil lebih banyak, kelompok tani Sido Rukun II, Padukuhan Galih, Desa Plembutan, Kecamatan Playen berharap dapat hidup sejahtera dari kedelai. Berbeda dengan petani lain, mereka memilih kedelai varietas Grobogan yang dikembangkan diatas lahan seluas 55 hektar.
“Setiap hektar mampu menghasilkan panen kedelai rata-rata 1,6 ton, lebih banyak dibanding kedelai varietas lain dan masa tanam hingga panen juga lebih pendek,” terang Wakiman, Ketua Klomtan Sido Rukun II, Rabu (25/04).
Kedelai Grobogan, sambung Wakiman, memiliki keunggulan polong lebih besar dibanding kedelai lokal. Disisi lain, masa tanam kedelai Grobogan hanya berkisar 72 hari atau lebih pendek dibanding kedelai lokal yang diatas 90 hari. Kedelai Grobogan juga lebih tahan hama sehingga mampu menghasilkan panen maksimal.
“Maka benih bantuan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul ini kita tanam di lahan seluas 55 hektar dan panen hingga 88 ton,” lanjutnya.
Wakiman berharap, dengan panen raya kali ini mampu meningkatkan kesejahteraan bagi 32 anggota kelompok tani yang dipimpinnya.
Sementara itu menurut Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, Ir Bambang Wisnubroto, pengembangan kedelai Grobogan dilakukan untuk menjawab tantangan semakin minimnya minat petani bertanam kedelai.
“Tahun 2010 luas lahan tanaman kedelai di Gunungkidul mencapai 22000 hektar. Sekarang tinggal 5000 hektar. Itu terjadi lantaran petani beranggapan menanam kedelai kurang menguntungkan,” katanya.
Disisi lain, petani rata-rata malas dengan proses panen kedelai yang lebih ribet serta harga komoditas kedelai yang dianggap kurang menguntungkan. Maka Dispertan Gunungkidul dengan berbagai cara memberikan kemudahan kepada kelompok tani agar sudi untuk kembali menanam kedelai.
“Kedelai Grobogan panen 1,6 ton per hektar, ini jauh lebih unggul dibandingkan kedelai lokal yang hanya mampu panen 1,2 ton per hektar,” tambahnya.
Untuk itu dengan adanya panen raya kedelai Grobogan, Bambang berharap dapat menjadi contoh bagi petani-petani lain untuk bercocok tanam kedelai. Pasalnya kedelai Grobogan dinilai cocok dengan tipikal tanah Kabupaten Gunungkidul yang tandus dan kurang air. (Gaib)
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…