Kera Ekor Panjang Mengancam, BKSDA Usulkan Pengurangan Kuota Populasi

1839

WONOSARI-Jumat Pahing | Akibat kemarau panjang menimbulkan masalah klasik bagi masyarakat Gunungkidul. Selain pasokan air yang minim hingga membuat kekeringan di beberapa wilayah, baru baru ini dihadapkan pula dengan masalah serangan kera atau monyet ekor panjang.

Hampir setiap tahun, serangan monyet ekor panjang merangsek memasuki lahan pertanian milik warga mengambil makanan berupa hasil pertanian. Banyaknya laporan serangan monyet ekor panjang di lahan pertanian milik warga, berakibat banyak petani gagal panen.

VIDEO TERBARU:

Untuk mengatasi hal tersebut, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY mengusulkan sebanyak 1.200 monyet ekor panjang untuk diekspor ke luar negeri untuk kepentingan medis. Usulan ditujukan ke Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Petugas Resor Konservasi Gunungkidul BKSDA DIY Agus Sunarto menyebutkan, adaanya kuota pengurangan populasi monyet sebanyak 20.000 ekor dari Pemerintah Pusat.

“BKSDA DIY mengajukan pengurangan populasi sebanyak 1.200 ekor,” ungkapnya Kamis,(29/9/2019).

Agus mengatakan, kuota tersebut merupakan usulan di DIY. Sementara pihaknya menunggu persetujuan pemerintah pusat.

“Melihat serangan yang terjadi Gunungkidul dan Kulonprogo menjadi lokasi yang masuk skala prioritas,” ujarnya.

Proses penangkapan hewan liar, BKSDA akan bekerja sama dengan perusahaan yang sudah memiliki izin untuk menangkap hewan liar.

“Penangkapan harus melalui prosedur dan tidak asal ditangkap,” tandasnya.

Monyet tersebut sesuai rencana akan diekspor ke China dan Amerika Serikat (AS) untuk kepentingan medis. (red)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.