Kerja bakti merupakan tindakan kecil yang akan berdampak hal besar. Selain lingkungan yang nyaman dan bersih, bencana khususnya banjir tentu dapat diminimalisir.
Kepala Desa Ngalang Kaderi mengungkapkan, setelah pembersihan kali Ngalang, aliran sungai menjadi lancar, hal itu terbukti saat terjadi banjir mendadak, kali mampu menampung debit air yang datang dari hulu.
“Jembatan yang biasanya sulit dilalui, dengan gerakan kerja bakti ini, sekarang jembatan sudah bisa dilalui normal kembali,” katanya.
Senada dengan Kaderi, Kades Sampang Suharman mengungkapkan, gagasan dari Camat Gedangsari ini telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Suharman mengatakan, mulai dari progran Wakaf Mata Air Untuk Menggantikan Air Mata hingga program kerja bakti serentak ini merupakan inovasi Camat Gedangsari yang patut dilanjutkan.
“Kedepan semoga Gedangsari terlepas dari bencana banjir dan longsor yang selama ini menjadi bencana rutin yang terjadi di Kecamatan Gedangsari,” ujarnya. (red)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…