RELIGI

Ketika Prasangka Menutup Cahaya Hati

Oleh: Ummafidz

Hidup ini ibarat samudra luas. Di permukaannya, kita hanya melihat riak gelombang, tapi jauh di dasarnya ada arus yang tak kasat mata. Begitulah manusia. Kita hanya melihat wajah, gerak tubuh, atau sepatah kata. Namun kita tidak pernah benar-benar tahu isi hati dan cerita yang mereka bawa.

Sayangnya, hati manusia sering tergesa-gesa. Ketika melihat sahabat yang datang terlambat, kita langsung menuduh pemalas. Saat melihat tetangga yang jarang menyapa, kita buru-buru mengatakan sombong.

Beginilah cara prasangka buruk menumbuhkan racun dalam jiwa. Padahal Allah ﷻ sudah berfirman:

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka. Sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa…” (QS. Al-Hujurat: 12).

Ayat ini ibarat pelita yang menuntun hati. Bahwa prasangka bukanlah kebenaran, melainkan bayangan gelap yang menipu. Sebagian prasangka lahir dari bisikan syaitan, sebagian dari hati yang lelah menjaga dirinya, dan sebagian lagi dari lisan yang terburu-buru menilai.

Sejarah mencatat, bahkan pada masa Rasulullah ﷺ, prasangka pernah mengguncang masyarakat Madinah. Peristiwa itu dikenal dengan Haditsul Ifk—fitnah terhadap Ummul Mu’minin, Aisyah radhiyallahu ‘anha.

Kisahnya berawal ketika Aisyah kehilangan kalungnya dalam sebuah perjalanan. Ia tertinggal dari rombongan, lalu ditemukan oleh seorang sahabat mulia, Shafwan bin Mu’aththal. Dengan penuh hormat, Shafwan mengantarkan Aisyah kembali bergabung dengan kafilah. Namun, lidah-lidah yang berkarat oleh kebencian mulai berbisik.

Orang-orang munafik menebarkan kabar keji seolah-olah telah terjadi sesuatu antara Aisyah dan Shafwan. Fitnah itu menyebar seperti api yang menjalar di padang kering. Sebagian orang ikut mempercayai, tanpa bertanya, tanpa tabayyun.

Bayangkan, istri Rasulullah ﷺ, yang dikenal suci dan mulia, harus menanggung aib yang tidak pernah ia lakukan. Rasulullah ﷺ pun bersedih, sementara keluarga besar Madinah terbelah oleh kabut fitnah. Hingga akhirnya Allah ﷻ menurunkan ayat-ayat dalam surah An-Nur (11–20), membersihkan nama Aisyah dari segala tuduhan.

Ayat-ayat itu bukan hanya pembelaan untuk Aisyah, tetapi juga peringatan keras, jangan biarkan prasangka menjadi dasar penilaian. Sebab prasangka yang dibiarkan akan menjelma menjadi fitnah, fitnah akan melahirkan kebencian, dan kebencian akan merusak persaudaraan.

Berburuk sangka bukanlah kesalahan kecil. Ia membawa dampak besar. Hati menjadi resah, gelisah, dan dipenuhi bayangan hitam. Persaudaraan yang indah bisa retak hanya karena dugaan tanpa bukti. Prasangka sering berujung pada ghibah, fitnah, dan kebohongan.

Rasulullah ﷺ pernah bersabda:

“Hati-hatilah kalian terhadap prasangka, karena prasangka itu adalah sedusta-dusta perkataan.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Betapa jelas peringatan beliau. Prasangka itu ibarat kabut tipis yang menutupi pandangan. Jika kita biarkan, kabut itu akan menebal, hingga akhirnya mata kita tak lagi mampu melihat kebenaran.

Lawan dari prasangka buruk adalah husnuzhan—berbaik sangka. Husnuzhan ibarat cahaya yang menyejukkan jiwa. Ia mengajarkan kita untuk melihat sisi baik dari setiap peristiwa, dari setiap wajah yang kita temui.

Berbaik sangka tidak berarti kita buta terhadap kenyataan. Tetapi ia adalah sikap hati yang lembut, yang memilih sabar sebelum menuduh, memilih doa sebelum mencela, memilih tabayyun sebelum menyebarkan kabar. Dengan husnuzhan, hati kita lebih damai, lisan kita lebih terjaga, dan persaudaraan lebih kokoh.

Hidup ini terlalu singkat bila kita habiskan dengan prasangka. Lebih baik kita salah dalam berbaik sangka, daripada tergesa-gesa berburuk sangka yang akhirnya melukai orang lain. Mari kita belajar dari peristiwa Haditsul Ifk. Betapa prasangka bisa menghancurkan kehormatan, dan betapa berbahayanya lisan yang tergesa-gesa menyebarkan kabar.

Jangan biarkan prasangka menutup cahaya persaudaraan. Sebab, setiap orang membawa cerita yang hanya Allah yang tahu. Dan mungkin, di balik wajah yang kita curigai, ada kesabaran yang sedang Allah muliakan.

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029VaDcLx896H4QJGQ1ZS0v
infogunungkidul

Recent Posts

Geger Mushola Dibongkar, Inilah Duduk Permasalahannya

GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Geger persoalan pembongkaran mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten…

20 jam ago

Belasan Rumah Dinas Brimob Polda DIY Dibangun di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…

4 hari ago

Viral Kasus Bolosego, Oknum Polisi Dipatsus

YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S  seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…

4 hari ago

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

1 minggu ago

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

2 minggu ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

2 minggu ago