EKONOMI

Kondisi Pandemi, Guru Honorer Jual Hasil Pertanian Via Online

WONOSARI-SENIN PON | Berjualan secara online, merupakan salah satu bisnis yang mampu bertahan, bahkan dapat terus tumbuh meskipun di masa pandemi virus corona. Bisnis online ini mengalir dan tumbuh ketika masyarakat sedang di rumahkan bahkan kehilangan mata pencaharian.

Dengan kebijakan pemerintah untuk tinggal di rumah saja (lockdown), membuat sebagian orang menjual barang dagangannya tersebut lewat kanal online. Terutama, melalui pesan WhatsApp.

Salah satunya Yuli Ernawati, warga Padukuhan Pulutan, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari, di masa pandemi seperti saat ini, hasil panen dari pertaniannya sulit untuk dijualnya. Akhirnya, ia memilih media sosial sebagai sarana untuk menjual hasil panennya.

 

INFO & TUTORIAL – RESEP MASAKAN EKSTRIM

 

“Untuk hasilnya memang tidak ada perubahan, hanya saja sistem cara menjualnya yang membuat saya kesulitan,” kata seorang Guru Honorer di salah satu SD di Desa Siraman ini, Senin (01/06/2020) sore.

Yuli mengatakan, sebelum masa pandemi corona, hasil panen dijualnya dengan sistim Agrowisata, sehingga pembeli yang datang ke lahan pertanian memilih, memetik dan membayar di tempat.

Sebelum menjualnya melalui kanal online, ia mencoba dijualnya ke tengkulak. Namun demikian, Lanjut yuli, harga melalui tengkulak turun drastis.

 

INFO HARI INI – BIARKAN KAMI TETAP MENGAJI DI MASA PANDEMI

 

“Kalau saya jual ke tengkulak, per kilonya hanya di hargai Rp 5 ribu saja, padahal sebelumnya bisa mencapai Rp 9 ribu per kilo,” tambahnya.

Yuli menjelaskan, hasil pertanian sayuran seperti terong, cabai, dan buah-buahan mulai dari pepaya California dan semangka kini mulai banyak yang memesan via online. Tak hanya di wilayahnya saja, dengan menggunakan telephone genggam miliknya, permintaan pembeli dapat merambah hingga ke Kecamatan lain.

“Nanti sistimmya memesan, dan kita akan mengantarkan ke pembeli sesuai pesanan dengan metode COD,” tandasnya. (Hery)

 

INFO HARI INI – PASCA GELOMBANG TINGGI BERSIHKAN PANTAI, BADINGAH TINJAU KERUSAKAN

infogunungkidul

Recent Posts

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

6 hari ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

7 hari ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago

Bantul Diguncang Gempa Magnitudo 3,6

BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…

3 minggu ago