JAKARTA, KAMIS LEGI-Martatato, ST dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengeluarkan siaran pers ihwal perkembangan terkini Anak Gunung Krakatau (AGK) (27/12).
Tanggal 22 Desember, seperti biasa hari-hari sebelumnya, AGK erupsi. Secara visual, teramati letusan dengan tinggi asap 300 – 1500 meter di atas puncak kawah. Terekam pula gempa tremor menerus dengan amplitudo overscale (58 mm). Pukul 21.03 WIB terjadi letusan, selang beberapa lama ada info tsunami. Berdasarkan citra satelit yang diterima oleh PVMBG, sebagian besar dari tubuh AGK hilang dilongsorkan, yang kemudian diketahui menyebabkan tsunami di Provinsi Lampung dan Banten.
Pasca kejadian tsunami, aktivitas AGK masih tetap tinggi. Secara visual gunungapi terlihat jelas kadang tertutup kabut. Teramati asap kawah utama berwarna kelabu – hitam dengan intensitas tipis hingga tebal tinggi sekitar 500 meter dari puncak dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah utara dan barat daya. Kegempaan masih didominasi oleh tremor menerus dengan amplitudo mencapai 32 mm (dominan 25 mm).
Pada tanggal 26 Desember dilaporkan hujan abu vulkanik di beberapa wilayah, di Cilegon, Anyer, dan Serang. Tim Tanggap Darurat dari PVMBG melakukan cek lapangan, untuk memastikan kejadian, serta mengambil sampel abu vulkanik yang jatuh, selanjutnya dianalisis di Kantor PVMBG.
Potensi Bencana Erupsi AGK pada Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) menunjukkan hampir seluruh tubuh AGK yang berdiameter ± 2 Km merupakan kawasan rawan bencana. Potensi bahaya dari aktivitas AGK saat ini adalah lontaran material pijar, aliran lava dari pusat erupsi dan awan panas yang mengarah ke selatan. Sedangkan sebaran abu vulkanik tergantung dari arah dan kecepatan angin.
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data visual maupun instrumental hingga tanggal 27 Desember 2018 pukul 05:00 WIB, tingkat aktivitas AGK dinaikkan dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) terhitung pukul 06:00 WIB.
Sehubungan dengan tingkat aktivitas Level III (Siaga), direkomendasikan, masyarakat tidak diperbolehkan mendekati AGK. dalam radius 5 km dari kawah.
Saat hujan abu turun, masyarakat diminta untuk mengenakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah.
Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat. Apabila ada perubahan aktivitas kegiatan, status akan disesuaikan. (Red)
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…
NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…