WONOSARI, SELASA LEGI-Perdebatan warga dengan investor makin seru. Nama Tomy Harahap, yang kala itu masih menjabat Asek I Bidang Pemerintahan disebut-sebut ikut menekan warga. Sementara Kuasa Hukum Eni Supriyani menggertak, warga Watu Kodok akan diseret ke meja hukum.
Rugiyati dan kawan-kawan di depan Slamet, S.Pd. MM, dari Fraksi Golkar, anggota DPRD DIY, (22/03) menyatakan terang-terangan, bahwa warga tidak takut menghadapi gertakan pengacara.
Menurut pengakuan Rugiyati, warga termasuk tidak gentar berdebat dengan Tomy Harahap. Rugiyati menilai, Tomy cenderung berihak pada investor.
Tanpa menyebut tanggal, pertemuan kedua yang dilaksanakan di Balai Desa, Desa Kemadang ini pun menurut penjelasan Rugiyati, tidak menghasilkan kesepakatan apa pun.
Di sela-sela pengumpulan data dan aspirasi, Slamet menilai, yang hadir di Balai Desa, Desa Kemadang adalah elemen negara,
Kepada Slamet, Rugiyanti menuturkan, bahwa ancaman Kuasa Hukum terus dilancarkan dalam bentuk surat yang ditembuskan ke berbagai pihak.
Sumarno, Ketua Kelompok yang mendampingi Rugiyati mengaku, menerima somasi dari Pengacara Eni Supriyani sebanyak 8 (delapan). Semua berisi intimidasi. (bersambung)
Dikonvirmasi, Tomy Harahap menyatakan, tanah Watu Kodok telah dikuasai masyarakat.
“Yang membagikan pada masyarakat bukan saya, tapi masyarakat sendiri,” tepisnya. (Agung).
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta, M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…
YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…