PEMKAB GUNUNGKIDUL

Kontrak Berakhir Pemkab Kembalikan Kunci Wisma, Tempat Karantina Dipindahkan

PLAYEN – SELASA WAGE | Selesainya kontrak kerjasama Wisma Wanagama sebagai tempat karantina bagi pasien Rapid Test Reaktif, resmi dikembalikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul kepada Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa, (11/08/2020).

Untuk selanjutnya, Puskesmas Ponjong II Kalurahan Bedoyo, Kapanewon Ponjong menjadi pertimbangan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty sebagai pengganti tempat karantina bagi pasien reaktif, lantaran, Puskesmas tersebut paling potensial sebagai pengganti tempat yang lama.

“Puskesmas Ponjong II ini akan ditingkatkan menjadi Rumah Sakit tipe D. Gedung baru sebagai perluasan pun sudah ada, meski saat ini masih dalam proses penyelesaian,” kata Dewi.

Ia menjelaskan, kapasitas tempat tidur di Puskesmas tersebut saat ini tersedia 20 unit. Kondisi ini membuat Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 di Kabupaten Gunungkidul lebih mudah dan cepat menyiapkan tempat pengganti Wisma Wanagama.

“Bisa dikatakan ini menjadi uji coba awal bagi Puskesmas Ponjong II, sebagai RS tipe D,” jelasnya.

Dewi menambahkan, sebelumnya di Wisma Wanagama, terdapat 166 pasien reaktif yang menjalani karantina untuk menunggu hasil swab. 15 dari mereka kemudian dinyatakan positif Covid-19.

“Saat ini seluruh pasien reaktif sudah dipindahkan ke RSUD Saptosari,” ujarnya.

Terpisah, Wakil Bupati Gunungkidul, Imawan Wahyudi mengatakan, penggunaan Wisma Wanagama akan digunakan kembali oleh UGM, sebagai gedung penelitian mulai pada bulan September 2020.

“Saat ini proses transisi dan persiapan masih dilakukan untuk kegiatan tersebut. Waktu persiapan diperlukan mengingat Wisma Wanagama sebelumnya digunakan untuk menampung pasien reaktif,” katanya.

Ia menambahkan, selama digunakan, Wisma Wanagama, sangat nyaman dan sangat ideal sebagai tempat karantina.

“Kerjasama antara UGM dan Pemkab Gunungkidul terkait Wisma Wanagama dilakukan memang dalam bentuk sewa atau kontrak,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Gunungkidul Edy Basuki mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya menghabiskan anggaran sekitar Rp 155.000.000,00 (seratus lima puluh lima juta rupiah) sebagai biaya sewa.

“Pada bulan pertama biaya yang dikeluarkan Rp 103 juta, tapi di bulan kedua mendapatkan diskon menjadi Rp 52 juta,” katanya. (HRY)

infogunungkidul

Recent Posts

Mencuri Motor, Warga Gunungkidul Ditangkap Polisi

BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…

15 jam ago

Lemot Buka Rekam Medis, RSUD Wonosari Disomasi

GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…

1 hari ago

Keluarga Besar Partai Golkar Berduka, Tokoh Politik Senior Berpulang

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…

2 hari ago

Smart Batik Indonesia Kembangkan Ekosistem Batik Sawit di Yogyakarta

YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…

4 hari ago

Dugaan Malpraktik RSUD Wonosari akan Dibawa ke-Majelis Disiplin Profesi

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…

5 hari ago

Veda Ega Pratama Pembalap Indonesia Asal Gunungkidul Mengukir Sejarah Besar

GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…

5 hari ago