Korban DBD di Gunungkidul Terus Bertambah, Dua Meninggal Dunia

1680

WONOSARI – Sabtu Pahing | Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, hingga awal Maret 2020, tercatat 334 kasus DBD, dua orang dinyatakan meninggal dunia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Sumitro mengatakan, kasus DB terbanyak di wilayah Kecamatan Patuk. Bahkan pasien yang meninggal juga berasal dari Kecamatan Patuk.

“Tngginya kasus demam berdarah di Kabupaten Gunungkidul, disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat, akan bahaya nyamuk aedes aegypti, sebagai penyebar virus dengue,” terangnya, Jumat (06/03/2020).

Menurutnya, masyarakat masih mengabaikan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), sehingga korban DBD semakin meningkat.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty menyatakan, pihaknya telah menyiapkan Surat Edaran terkait antisipasi dan pencegahan DBD kepada masyarakat. Surat Edaran tersebut berisi himbauan agar masyarakat melaksanakan gerakan 3M Plus sebagai upaya PSN.

“Penanggulangan ya seperti, rutin menguras tempat yang berisi air agar tetap bersih, dan ditutup agar nyamuk tidak bisa bersarang dan bertelur,” jelas Dewi. (hr).




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.