WONOSARI – Sabtu Pahing | Penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Gunungkidul terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunungkidul, hingga awal Maret 2020, tercatat 334 kasus DBD, dua orang dinyatakan meninggal dunia.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Sumitro mengatakan, kasus DB terbanyak di wilayah Kecamatan Patuk. Bahkan pasien yang meninggal juga berasal dari Kecamatan Patuk.
“Tngginya kasus demam berdarah di Kabupaten Gunungkidul, disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat, akan bahaya nyamuk aedes aegypti, sebagai penyebar virus dengue,” terangnya, Jumat (06/03/2020).
Menurutnya, masyarakat masih mengabaikan Gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), sehingga korban DBD semakin meningkat.
Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Gunungkidul, Dewi Irawaty menyatakan, pihaknya telah menyiapkan Surat Edaran terkait antisipasi dan pencegahan DBD kepada masyarakat. Surat Edaran tersebut berisi himbauan agar masyarakat melaksanakan gerakan 3M Plus sebagai upaya PSN.
“Penanggulangan ya seperti, rutin menguras tempat yang berisi air agar tetap bersih, dan ditutup agar nyamuk tidak bisa bersarang dan bertelur,” jelas Dewi. (hr).
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…
GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…