WONOSARI – Sabtu Pahing | Polres Gunungkidul turun langsung memantau stok masker dan antiseptik di sejumlah apotek maupun toko penyedia bahan sembako. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi kelangkaan masker karena aksi masyarakat yang memborong barang tersebut, di tengah hebohnya penyebaran virus corona.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Enny Nur Widyastuti mengatakan, dalam satu minggu terakhir, jajaran Polres Gunungkidul tidak menemukan adanya aksi borong masker dan bahan sembako yang dilakukan oleh konsumen ke toko-toko maupun minimarket.
“Saat ini penjualan bahan sembako di minimarket, toko kelontong maupun pasar tradisional terlihat normal,” katanya, Sabtu (07/03/2020).
Iptu Eny mengatakan, jika kedapatan menimbun, akan dikenakan pidana. Pihaknya mengajak agar masyarakat bersama-sama menciptakan situasi aman dan kondusif.
Sementara itu, Yunda Ariani, asisten apoteker di Apotek Arga Nirmala menjelaskan, sejak satu bulan terakhir Ia kesulitan mendapatkan stok masker dan antiseptik. Meskipun ada, harga masker yang di tawarkan dari sales sangat tinggi.
“Ada tapi harganya yang kian meroket, bahkan mencapai Rp 350rb /pack, jadi kita sementara belum ambil, nanti kita akan jual berapa ke konsumen,” ujar Yunda. (hr)
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…
WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…