BOP berasumsi sekaligus mempertanyakan, bahwa pengepakan surat suara itu pasti dianggarkan.
“Jadi, kata BOP, misal Ketua KPUD ikut ngepak, ya harus ada bayarannya,” tegas BOP.
BACA JUGA:
Berbeda sudut pandang, anggota DPRD DIY, Slamet, S.Pd. MM menyoroti, bahwa KPU terlalu berani mengambil langkah, tanpa mempertimbangkan sisi keamanan surat suara.
“Para pekerja (PPS), tidur seenaknya di tempat pengepakan. Apa itu tidak mengkhawatirkan terkait keamanan. Kelihatan, bahwa KPU tidak mempersiapkan pemilu dengan sungguh-sungguh. Indikasinya, ini tahapan terpenting saja kelihatan senbrono,” kritik Slamet. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - SABTU PAHING, Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 464/SK-DPN/TANIMERDEKA/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Wakil…
GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…
GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…
WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…
GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…