Celakanya, fakta di lapangan, KTP (sebagai simbol kekuasaan rakyat) yang nilainya 1 miliar rupiah, hanya dihargai (dijual atau dibeli) Rp 300.000,00. Pertanyaan sederhana, sebandingkah transaksi serupa itu? Logika sederhana, 1 lembar KTP bisa untuk mengakses bank, triliunan rupiah.
Jadi, para Kandidat, saya peringatkan jangan sesekali bermain kotor dengan warga Gunungkidul, di pemilukada 23 September 2020.
Rakyat Gunungkidul bisa berfikir sebaliknya, Kandidat Bupati diberi dukungan 60.000 KTP, yang artinya diberi modal equivalen Rp 60.000 miliar untuk mengelola Gunungkidul selama 5 sampai 10 tahun.
Satu pertanyaan lain, beranikah rakyat menyerahkan modal (fotokopy) senilai Rp 1 miliar dengan ikhlas?Harapannya, Bupati dan Wakil Bupati bisa berjalan lurus sesuai rel UUD 1945.
Tiba saatnya rakyat Gunungkidul bergerak bersama meminang Kandidat yang memang layak menjadi pemimpin, bukan menjadi perompak bumi air beserta isinya. (Bambang Rambut Putih – BRP)
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…
BANTUL - KAMIS PAHING, Sebuah truk Mitsubishi Colt Diesel bermuatan sekitar sembilan ton gaplek mengalami…
GUNUNGKIDUL - SABTU PAHING, Melalui Surat Keputusan (SK) Nomor 464/SK-DPN/TANIMERDEKA/VI/2026 tertanggal 22 Juni 2026, Wakil…
GUNUNGKIDUL – JUMAT WAGE, Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Daerah (POLDA) Istimewa Yogyakarta (DIY) menghadirkan…
GUNUNGKIDUL - RABU PAHING, AS (81) seorang lansia warga Padukuhan Manggung, Kalurahan Ngalang, Kapanewon Gedangsari,…
GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…