WONOSARI-SENIN LEGI | Ponimin (53), pedagang warga Padukunan Purbosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul mengakui, omset penjualan kulit ketupat pada Lebaran 2020 ini menurun.
Menurutnya, daya beli masyarakat berkurang karena kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 yang sedang terjadi hampir di semua daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Gunungkidul.
“Saat ini sehari dapat 100 ribu saja sudah untung-untungan, sementara tahun lalu bisa 400 ribuan,” katanya, Sabtu (23/05/2020).
Poniman mengatakan, karena kondisi sedang sulit, dalam sehari ia hanya menyediakan kurang lebih 1.500 kulit ketupat. Ia menjual setiap satu ikat isi 10 kulit ketupat seharga 10 ribu rupiah.
“Tahun lalu, saya berani menyediakan 3.000 kulit ketupat bahkan lebih, namun di masa pandemi seperti ini saya tidak berani,” ungkapnya.
Sebenarnya, lanjut Ponimin, bila tidak ada pandemi, penjualan kulit ketupat pasti laris. Keuntungan yang didapat pun cukup besar. Kebanyakan pembeli kulit ketupat yakni para pemudik.
“Saat ini berjulan kulit ketupat sangat susah, semoga pandemi Covid 19 segera berakhir dan semua membaik,” harapnya. (Hery)
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…