Lebaran 2020, Pedagang Ketupat Lesu Akibat Pandemi

221

WONOSARI-SENIN LEGI | Ponimin (53), pedagang warga Padukunan Purbosari, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul mengakui, omset penjualan kulit ketupat pada Lebaran 2020 ini menurun.

Menurutnya, daya beli masyarakat berkurang karena kondisi sulit akibat pandemi Covid-19 yang sedang terjadi hampir di semua daerah di Indonesia termasuk di Kabupaten Gunungkidul.

“Saat ini sehari dapat 100 ribu saja sudah untung-untungan, sementara tahun lalu bisa 400 ribuan,” katanya, Sabtu (23/05/2020).

INFO HARI INI – VIDEO AMATIR: HIJAU TANPA PENDATANG LEBARAN NORMATIF

Poniman mengatakan, karena kondisi sedang sulit, dalam sehari ia hanya menyediakan kurang lebih 1.500 kulit ketupat. Ia menjual setiap satu ikat isi 10 kulit ketupat seharga 10 ribu rupiah.

“Tahun lalu, saya berani menyediakan 3.000 kulit ketupat bahkan lebih, namun di masa pandemi seperti ini saya tidak berani,” ungkapnya.

Sebenarnya, lanjut Ponimin, bila tidak ada pandemi, penjualan kulit ketupat pasti laris. Keuntungan yang didapat pun cukup besar. Kebanyakan pembeli kulit ketupat yakni para pemudik.

“Saat ini berjulan kulit ketupat sangat susah, semoga pandemi Covid 19 segera berakhir dan semua membaik,” harapnya. (Hery)

KETUA LURAH MANTAN (RAHMAN) BERGODO GUNUNGKIDUL




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.