DI bumiNya kaki, tangan, mulut, telinga, mata dan pikiran lelaki itu ditutup dengan selembar daun. Serupa dulu Adam dan Hawa tertangkap tangan menikmati buah kuldi.
Hati yang jatuh bertahun-tahun dia gendong di pelataran Ramadhan. Apakah bisa dan boleh kembali ke haribaan maha mulia, tidak lagi dia pikirkan.
Adanya seluruh nafas menghamba. Pada desir rambut kalimat patah terbata karena kesalahan juga karena kebenaran selalu tertunda.
Hati, dan bukan yang lain terus membakar doa Baru bisa mendingin ketika Tuhannya menyapa tanda sujudnya tidak sia-sia.
Itu pengharapan, terkabul atau sebaliknya dia merasa tidak pantas untuk mengeluh. Hanya bersandar pada takdir dalam jemari bermata tasbih.
Dia pun menengadah dengan kerendahan hati:. Ya Allah Sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan engkau adalah Tuhan yang maha penyayang di antara semua penyayang. (Bambang Wahyu Widayadi)
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…