Libur Natal dan Tahun Baru, 800 Wisatawan Terjaring Razia

1115

TANJUNGSARI-MINGGU PAHING | Libur Natal dan Tahun Baru kunjungan wisatawan domestik di Pantai selatan Gunungkidul meningkat drastis. Team Sarsatlinmas Wilayah ll Pantai Baron Gunungkidul menggelar razia masker bagi para wisatawan yang membandel pada Minggu, (27/12/20) siang.

Hasilnya, ratusan wisatawan didapati tidak menggunakan masker saat berwisata. Akibatnya, mereka diminta untuk membuat surat pernyataan sanggup bermasker.

Para wisatawan didatangi dan diingatkan untuk senantiasa menggunakan masker saat berwisata di kawasan Pantai Selatan Gunungkidul.

Bagi wisatawan yang tidak menggunakan masker akan diberikan masker secara gratis oleh petugas selanjutnya diminta untuk membuat surat pernyataan sanggup berwisata dengan mentaati Protokoler Kesehatan.

“Kebanyakan wisatawan yang membandel didominasi oleh mereka yang berdomisili luar Yogyakarta,” kata Sekretaris SAR Satlinmas Korwil ll, Surisdiyanto.

Menurut data SAR Satlinmas Wilayah ll Pantai Baron menunjukan, sebagian banyak wisatawan telah mentaati protokoler kesehatan yang ditetapkan. Meski begitu tak sedikit wisatawan yang tetap membandel, melanggar protokoler kesehatan.

Terhitung sejak Kamis, (24/12/20) lalu hingga Minggu siang ini, dikatakannya lebih lanjut, telah tercatat lebih dari 800 wisatawan terjaring razia.

“Mereka beralasan kelupaan tidak membawa masker,” ujarnya.

Surisdiyanto menambahkan, razia masker berguna untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan di tengah pandemi, agar pasca libur panjang dan tahun baru ini tidak terjadi klaster wisatawan.

“Pemberlakukan protokoler kesehatan ketat di kawasan pantai ini disambut baik oleh para wisatawan. Mereka juga mengaku tidak keberatan dengan diterapkannya protokoler kesehatan,” pungkasnya.

Sementara itu, pihak SAR Satlinmas Wilayah ll Pantai Baron Gunungkidul, meminta kepada wisatawan agar mentaati protokoler kesehatan dengan tetap menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan, hingga menghindari kerumunan agar terhindar dari Covid-19. (Hery)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.