Categories: EKONOMI

Maraknya Mudik Gratis, Pengusaha Bus Menjerit Pendapatan Menurun Hingga 50%

WONOSARI, Selasa Pon-Semakin maraknya mudik gratis yang diadakan pihak swasta maupun pemerintah, membuat pengusaha bus di daerah menjerit. Lantaran pelanggan yang biasa naik bus dari daerah asal kini harus gigit jari. Harapan mengeruk keuntungan besar satu tahun sekali, kini menurun hingga hampir 50%.

Hal ini diungkapkan Sutrisno pengusaha bus Maju Lancar, Selasa (12/06), di garasi busnya yang beralamat di Siyono, Playen, sesaar usai mengikuti ram chek dari Dinas Perhubungan Kabupaten Gunungkidul.

Menurut dia, mudik gratis itu sudah ada Even Organizernya (EO), jadi tergantung EO nya, dan tidak mungkin mencari bus di daerah. “Jadi bagi kami dan semua pengusaha bus di daerah sangat terpukul,” ujarnya kecewa.

Tetapi apa boleh buat, sambungnya, karena kalau pihaknya protes justru akan dimusuhi masyarakat yang merasa diuntungkan, dan diringankan. Mustinya ini tergantung pemangku kebijakan, yang harus menekan.

Berdasarkan data yang dimiliki, penurunan penumpang dibanding tahun kemarin, mencapai hampir 50%.

PO Maju Lancar sendiri, menurutnya sudah menyiapkan antara 30 sampai 40 bus, namun terkendala penumpangnya yang tidak ada. “Hari ini saja ada bus yang tidak terisi penuh,” keluhnya. Dia berharap pemerintah daerah ikut andil dalam melindungi pengusaha-pengusaha di daerah.

Ditempat yang sama, Wakil Bupati Gunungkidul, Dr. H. Immawan Wahyudi, SH, MH, seusai melakukan pengawasan ram chek yang dilakukan Dishub Kabupaten Gunungkidul berpesan kepada pemudik untuk memilih bus-bus yang sudah dipersiapkan dengan baik oleh pengusaha bus.

Namun demikian, terkait dengan mudik gratis yang sekarang lagi marak, ia meminta pemerintah juga harus memperhatikan keluhan dari Perusahaan Otobus (PO). Karena semakin banyak pemerintah pusat menggratiskan para pemudik, akan memberatkan pengusaha otobus daerah.

Pemerintah pusat harus pikir-pikir dulu, kalaupun toh harus ada mudik gratis harusnya menggunakan bus yang berasal dari daerah. Sehingga ada bagian yang diambil bersama-sama, yang seharusnya pengusaha otobus daerah panennya pada tahun baru dan lebaran, namun malah dipanen di pusat.

Jadi, tambahnya, selain memikirkan sisi kenyaman dan keselamatan penumpang, juga ada hal yang mesti dipikirkan, karena merupakan bagian dari faktor kesejahteraan ekonomi daerah. Karena perusahaan otobus di daerah juga menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. (Jk)

infogunungkidul

Recent Posts

Pilur Serentak Gunungkidul 26, Berikut Daftar Lengkap 31 Lurah Terpilih

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI, Pemilihan Lurah (Pilur) serentak di Kabupaten Gunungkidul telah terlaksana, Sabtu (26/09/26).…

2 hari ago

Sadar Ditunggangi Oknum, Polemik Watu Bolong Berakhir Damai

GUNUNGKIDUL – SABTU LEGI, Polemik pembongkaran Mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul…

2 hari ago

Geger Mushola Dibongkar, Inilah Duduk Permasalahannya

GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Geger persoalan pembongkaran mushola Watu Bolong Kalurahan Banjarejo, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten…

3 hari ago

Belasan Rumah Dinas Brimob Polda DIY Dibangun di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…

6 hari ago

Viral Kasus Bolosego, Oknum Polisi Dipatsus

YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S  seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…

7 hari ago

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

2 minggu ago