WONOSARI-RABU LEGI | Pelaku UMKM di Kabupaten Gunungkidul terpukul oleh Pandemi COVID-19, ditambah dengan kebijakan PTKM yang berjalan sejak awal 2021 ini. Namun, mereka diupayakan agar tetap bertahan dalam situasi serba sulit.
Plt Kabid UMKM, Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop) Gunungkidul, Esti Rukmi Pratiwi mengatakan bahwa, pihaknya menyarankan pelaku UMKM untuk mengandalkan media sosial (medsos). Pada saat pandemi seperti ini, pemanfaatan medsos untuk pemasaran terbilang lebih efektif.
“Dinkop sendiri sudah melakukan pelatihan pada pelaku UMKM mengenai pemasaran lewat medsos ini, dan medsos lebih dimanfaatkan lagi,” katanya, Rabu (24/02/2021) siang.
Terlepas dari itu, Dinkop Gunungkidul rutin menginformasikan berbagai program bantuan yang bisa diakses pelaku UMKM. Adapun program tersebut berasal dari pemerintah pusat.
“Kami informasikan secara daring, Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Bentuknya tunai,” jelas Esti.
Menurutnya, seharusnya ada pelatihan rutin yang digelar demi meningkatkan kompetensi pelaku UMKM. Namun situasi pandemi ditambah kebijakan PTKM membuat kegiatan praktis berhenti sementara. Esti juga mengungkapkan, saat pelatihan kontak antar peserta tak bisa dihindarkan. Mengingat terdapat praktek langsung dan bisa berjalan hingga 3 hari.
“Kami harap pelatihan bisa segera dilakukan kembali begitu situasinya memungkinkan,” pungkasnya. (Heri)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…