PATUK – Kamis Kliwon | Rubimin, Ketua Kelompok Ternak Sapi Desa Ngoro-Oro, Kecamatan Patuk, Gunungkidul, dianggap berhutang kepada Dinas Peternakan, yang sekarang lebur ke Dinas Tanaman dan Pangan.
Secara kelembagaan, hutang kelompok ditagih Dinas pengampu, kala itu Peternakan, sekarang Dinas Pertanian dan Pangan, melalui koperasi yang diduga fiktif.
Dari jalur lain oknum PNS berinisial JN dan AS sering mendatangi kelompok, juga untuk keperluan menagih hutang.
Rubimin menuturkan, proyek bantuan sapi tersebut turun senilai Rp 48.000.000,00 untuk 20 orang di bawah tanggungjawabnya selaku Ketua Kelompok.
Tahun pemberian bantuan, Rubimin tidak ingat, yang jelas setiap anggota menerima dana sebesar Rp 2.400.000,00 untuk keperluan membeli sapi.
Diminta menjelaskan akad perjanjian saat turunnya proyek, Rubimin menyatakan, dana harus dikembalikan ke Dinas Peternakan dalam jangka 5 tahun.
Saat ini, Dinas Peternakan ditiadakan, kemudian diampu di bagian Dinas Tanaman dan Pangan. Sementara itu proses penagihan duit ke kelompok masih terus berlanjut.
Berdasarkan investigasi (28/01/20), proses penagihan yang melalui dua jalur, yakni koperasi dan perseorangan, patut diduga tidak terkoordinasi dengan baik.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…