WONOSARI – Senin Pahing | Manusia bergerak di dalam dimensi waktu: kemarin, kini dan esok. Diingatkan secara tegas, bahwa demi masa, sungguhnya manusia berada dalam kerugian. Seluruh manusia merugi? Ternyata tidak.
Ada kekecualian, bahwa orang-orang beriman, orang yang mengerjakan kebajikan, orang yang saling menasehati untuk kebenaran, serta saling menasehati untuk kesabaran, adalah tergolong sebagai orang yang beruntung.
Sisi lain, orang-orang yang beruntung itu adalah mereka yang menempuh jalan saling mengenal, bukan saling menguasai.
Yang tekun mengejar keberuntungan tidak lebih dari 1/3 dari populasi gelas susu sebagaimana simbolisme yang ditunjukkan Rasulullah. Terlalu sedikit. Sebagian besar, sebut itu 2/3 dari populasi manusia merugi, karena memandang, bahwa hidup itu untuk materi.
Mengejar materi tidak dilarang, bahkan dinasehatkan, bebas mencari sebanyak-banyaknya untuk bekal seperti mau hidup seribu tahun. Sementara, di tengah suntuknya mengumpulan materi, harus diimbangi dengan berserah rohani, berbuat banyak kebajikan, seolah akan mati esok pagi.
Hamba memohon keuntungan dunia, juga keuntungan akherat adalah doa keseimbangan yang tiada putus, keluar dari mulut manusia Indonesia, di tengah penjajahan yang bernama globalisasi.
Page: 1 2
GUNUNGKIDUL - RABU KLIWON, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., mengapresiasi kinerja UPK Satu…
KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…
GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…
SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…
GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…
GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…