Rapat Paripurna DPRD Gunungkidul dalam pembahasan Raperda kelembagaan yang diusulkan Eksekutif yaitu penambahan dinas baru terjadi perbedaan pandangan. Tiga fraksi Walk Out tidak sepakat dengan kebijakan Eksekutif.
Situasi pandemi mau OPD anyar, sementara diyakini bahwa penanganan pemuda dan olah raga bisa dioptimalkan melalui bidang.
Membentuk OPD baru itu akan menguras anggaran milyaran rupiah.
Fraksi PDIP, Gerindra, PKD menolak dan menyarankan untuk menunda sampai pandemi covid selesai.
Saya Suharno NasDem dan Wulan Tustiana menolak keras, demi kesejahteraan dan kepentingan rakyat Gunungkidul yang sekarang dinyatakan darurat virus corona.
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…