Rapat Paripurna DPRD Gunungkidul dalam pembahasan Raperda kelembagaan yang diusulkan Eksekutif yaitu penambahan dinas baru terjadi perbedaan pandangan. Tiga fraksi Walk Out tidak sepakat dengan kebijakan Eksekutif.
Situasi pandemi mau OPD anyar, sementara diyakini bahwa penanganan pemuda dan olah raga bisa dioptimalkan melalui bidang.
Membentuk OPD baru itu akan menguras anggaran milyaran rupiah.
Fraksi PDIP, Gerindra, PKD menolak dan menyarankan untuk menunda sampai pandemi covid selesai.
Saya Suharno NasDem dan Wulan Tustiana menolak keras, demi kesejahteraan dan kepentingan rakyat Gunungkidul yang sekarang dinyatakan darurat virus corona.
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…