PATUK – Sabtu Legi | Desa Putat selaku Desa Budaya memiliki sejumlah potensi seperti seni macapat, karawitan, wayang kulit, kethoprak, dan yang lain. Menurut catatan para pelaku, potensi tersebut belum terkelola secara maksimal. Akibatnya, berbagai jenis seni tradisional tersebut seperti hidup segan matipun tak mau.
Hal di atas terpapar di dalam acara syawalan Pengrawit Kenoko Laras dan Marsudi Rini di Pusat Kebudayaan ‘Rusbadi Center’ (PKRC), Jumat malam (14/06).
Seniman Pengrawit, sekaligus Ketua Paguyuban Kenoko Laras Drs. Wasiran menyatakan, soal alih generasi menghadapi kendala cukup serius.
“Terlalu sedikit anak muda yang gemar menekuni seni menabuh gamelan,” ujarnya di depan anggota Kenoko Laras dan Marsudi Rini.
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…