PATUK – Sabtu Legi | Desa Putat selaku Desa Budaya memiliki sejumlah potensi seperti seni macapat, karawitan, wayang kulit, kethoprak, dan yang lain. Menurut catatan para pelaku, potensi tersebut belum terkelola secara maksimal. Akibatnya, berbagai jenis seni tradisional tersebut seperti hidup segan matipun tak mau.
Hal di atas terpapar di dalam acara syawalan Pengrawit Kenoko Laras dan Marsudi Rini di Pusat Kebudayaan ‘Rusbadi Center’ (PKRC), Jumat malam (14/06).
Seniman Pengrawit, sekaligus Ketua Paguyuban Kenoko Laras Drs. Wasiran menyatakan, soal alih generasi menghadapi kendala cukup serius.
“Terlalu sedikit anak muda yang gemar menekuni seni menabuh gamelan,” ujarnya di depan anggota Kenoko Laras dan Marsudi Rini.
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…