Purwanto, dalang wayang kulit sekaligus guru karawitan setengah membenarkan, bahwa anak muda ada cenderung memilih seni kontemporer.
“Saya pengrawit juga dalang tetapi anak saya tidak mau meniru jejak. Dia lebih menyukai bergabung ke dalam group band.
Meski demikian Purwanto tidak terlalu cemas, karena di Padukuhan Putat Wetan, Desa Putat muncul pengrawit putri dari kalangan karang taruna. Sayangnya, kata Purwanto, pengrawit putra masih sulit digerakkan.
Yang tidak kalah menggelisahkan adalah seni macapat. Selama ini yang menekuni terbatas orang tua. “Itu pun soal latihan dan penampilan tidak memiliki tingkat keajegan yang memadai,” tegas Purwanto.
GUNUNGKIDUL – SABTU WAGE, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Perempatan…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…