Purwanto, dalang wayang kulit sekaligus guru karawitan setengah membenarkan, bahwa anak muda ada cenderung memilih seni kontemporer.
“Saya pengrawit juga dalang tetapi anak saya tidak mau meniru jejak. Dia lebih menyukai bergabung ke dalam group band.
Meski demikian Purwanto tidak terlalu cemas, karena di Padukuhan Putat Wetan, Desa Putat muncul pengrawit putri dari kalangan karang taruna. Sayangnya, kata Purwanto, pengrawit putra masih sulit digerakkan.
Yang tidak kalah menggelisahkan adalah seni macapat. Selama ini yang menekuni terbatas orang tua. “Itu pun soal latihan dan penampilan tidak memiliki tingkat keajegan yang memadai,” tegas Purwanto.
BABTUL - KAMIS WAGE, KABUPATEN Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta diguncang gempa bumi tektonik dengan…
YOGYAKARTA - KAMIS WAGE, SEBANYAK 3.865 mahasiswa Universitas Gadjah Mada program sarjana dan sarjana terapan…
YOGYAKARTA - SELASA PAHING, SEBANYAK 18.850 mahasiswa baru atau Maba Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Tahun…
YOGYAKARTA - JUMAT PON, SEBANYAK 5.880 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 Universitas Pembangunan Nasional Veteran…
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, TIM Admisi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) bergerak aktif mengenalkan International Undergraduate…
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…