WONOSARI, KAMIS WAGE – Kelompok Seniman Seniwati Gunungkidul (SSGK) lahir 10 oktober 2017. Dalam usia setahun, mereka berkumpul di Taman Kuliner, di Jalan Baru, Dusun Jeruk, Desa Kepek Kecamatan Wonosari. SSGK bermaksud melestarikan lagu-lagu ciptaan Manthous, seniman Campur Sari Gunungkidul, sembari menggalang dana untuk seniman yang tertimpa musibah.
Joko Iswanto Ketua SSGK menyampaikan, kelompok ini bertekad nguri-uri budaya yang ada di Gunungkidul, sebagai tanda hormat pada seniman campusari pendahulu.
“SSGK temu darat, sekaligus menggalang dana untuk seniman yang terkena musibah,” ujarnya Rabu malam, (10/10).
Drs. Agus Mantara MSi dari Dinas Kebudayaan berkeyakinan, bahwa organisasi SSGK ini bisa besar, dengan catatan seluruh personil kompak.
Menurutnya, campursari khas Gunungkidul merupakan budaya yang harus dilestarikan.
Dia melihat, saat ini ada kecenderungan, campursari terkontaminasi gaya Banyuwangi
“Campursari Gunungkidul banyak bergeser tidak seperti ketika sang Maestro Mantous masih hidup,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Dr. Drs H Immawan Wahyudi SH MH berharap, pentas campursari di taman kuliner bisa diagendakan secara rutin.
Dalam ulang tahun pertama SSGK, Wakil Bupati Dr.Drs H Immawan Wahyudi SH MH didaulat memitong tumpeng. (Joko)
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…