WONOSARI-MINGGU LEGI | Pelaksanaan pemungutan suara, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020 tinggal menghitung hari. Demikian halnya Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Gunungkidul Rabu, 9 Desember mendatang.
Bagi sebagian besar masyarakat Gunungkidul, pelaksanaan Pilkada kali ini dibilang biasa dan wajar-wajar saja. Namun hal itu berbeda 180 derajat dengan padangan tokoh milenial satu ini, Ir. Kelik Agung Nugroho. Kelik menyampaikan, Pilkada bukan sekedar rutinitas lima tahunan sekali.
Secara faktual dirinya sulit masuk ke bursa Pilkada Gunungkidul kali ini. Selain itu dirinya memendam perasaan galau, kurang nyaman karena kehadirannya pada waktu itu sebagai Calon Perseorangan atau Independen untuk turut melengkapi demokrasi yang dijamin konstitusi.
“Harapan itu nampaknya belum bisa saya wujudkan sehingga saya menyimpan perasaan kurang nyaman,” ungkap Kelik, Rabu, (02/12/2020) siang.
Sebagai bagian dari warga masyarakat, Kelik menyampaikan, suka tidak suka, akan hadir calon pemimpin yang memimpin Gunungkidul. Hal terpenting menurut Kelik, masyarakat harus paham, Pilkada ini bukan sekedar event lima tahunan, lebih dari itu karena masyarakat dunia sedang dalam zona tidak nyaman dengan hadirnya pandemi Covid-19.
“Desain yang kita coba bangun mengesampingkan hal itu. Sehingga kalaupun toh harus berjalan harus ada beberapa yang disikapi berbeda,” ungkap Kelik.
Kelik berpesan kepada kandidat yang maju agar bisa disederhanakan keinginan mereka, sehingga tidak seperti angan-angan di awang-awang melalui visi misi yang mustahil dilaksanakan.
“Harus diakui dibanding saudaranya, Sleman, Bantul, Kulon Progo, dan Kotamadya, yang dibingkai dalam Keistewaan Jogja, Gunungkidul sangat terbelakang,” jelas Kelik.
Yang kita butuhkan, Kelik berujar, bukan seorang bupati tetapi seorang pemimpin yang tahu persis bagaimana mensikapi situasi ini.
Dengan program kerja yang banyak pasti harus ditopang pendanaan yang besar, sedangkan Kabupaten Gunungkidul hampir 99 persen APBDnya subsidi pemerintah.
Oleh karena itu, dikatakan Kelik hadirnya seorang pemimpin yang memahami situasi kondisi sangat penting bukan sekedar bupati. (Agus SW)
YOGYAKARTA - KAMIS PAHING, SEJUMLAH wilayah di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hari ini diperkirakan…
WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…
GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…
GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…
YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…
GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…