Pandemi Bukan Ujian Dunia, Tetapi Ujian Untuk Bangsa Manusia

143

PERTANYAAN kapan pandemi covid-19 berakhir terus berseliweran di berbagai media online. Pertanyaan seperti itu sebenarnya tidak begitu penting sebab pandemi adalah ujian bukan untuk dunia tetapi untuk bangsa manusia.

Orang-orang beriman selalu meyakini bahwa sakit merupakan satu diantara ketetapan dan ujian dari Allah SWT. Ujian diberikan untuk melihat sejauh mana manusia berada dalam keimanan dan kesabaran. Sesungguhnya iman bukan sekedar ikrar yang diucapkan melalui lisan melainkan juga harus menghunjam di dalam hati, diaplikasikan dalam kehidupan seluruh anggota badan. Allah SWT menegaskan bahwa dia akan menguji setiap orang yang mengaku beriman.

Demikian dr. Zaidul Akbar menulis di dalam buku JSR halaman 18. Untuk memperkuat pernyataannya, dia mengutip Alquran surat Al Ankabut ayat 2-3.

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengucapkan kami telah beriman dan mereka tidak diuji? Dan sungguh kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta.”

Dengan pandemi covid-19 terbukti bahwa Allah SWT tidak menguji dunia tetapi menguji manusia. Pertanyaan kapan pandemi berakhir menjadi tidak relevan. Upaya manusia yang lebih penting adalah mempertebal keimanan dan kesabaran.

Manusia diuji dengan penyakit dalam hal ini pandemi covid-19 sebab Allah SWT menghendaki agar manusia bertambah baik.

Hal ini menurut dokter zaidul Akbar sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh HR Al Bukhari, “Siapa yang dikehendaki baik oleh Allah SWT, Dia akan menguji dan menimpakan musibah kepadanya.”

Semakin jelas bahwa turunnya covid-19 adalah musibah bagi bangsa manusia.

Hikmah dibalik pandemi covid 19 adalah untuk memperkuat keimanan sehingga manusia tidak memakan makanan yang tidak sehat dan tidak halal.

Di samping itu agar manusia tidak tergoda mengkonsumsi obat-obat terlarang, alkohol, tidak masuk ke dunia gemerlap, tidak akan tergoda korupsi, mencuri, tidak akan ghibah dan hasad, tidak akan menyakiti sesama dan tidak akan melakukan segala bentuk kezaliman lainnya. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.