WONOSARI-SENIN WAGE | Dampak Pandemi COVID-19 menghantui para pengusaha hotel dan restoran di Gunungkidul. Pandemi yang sudah berlangsung hampir 1 tahun ini membuat usaha mereka terpuruk. Bahkan dalam sebulan terakhir industri ini kian berat akibat pemberlakuan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM).
Akibatnya, sejumlah hotel seperti penginapan ataupun Homestay dan juga rumah makan kini mulai dijual. Para pengusaha merasa industri ini semakin berat karena omset mereka terus menerus menurun seiring pemberlakuan PSTKM.
MenurutKetua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan bahwa, pihaknya mencatat sudah ada 2 homestay besar di wilayah Kapanewonan Semanu dan Kapanewon Playen. yang ditawarkan akan dijual.
“Ada juga beberapa restoran yang sudah ditawarkan kepada pembeli,” ucapnya, Senin (08/02/2021) siang.
Sunyoto menambahkan, dampak instruksi PSTKM diakui cukup luar biasa.
“Dampak penurunan kunjungan restoran dan hunian hotel akibat pemberlakuan PSTKM ini mencapai 90 persen lebih,” pungkasnya. (Heri)
PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…
SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…
YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…