WONOSARI-SENIN WAGE | Dampak Pandemi COVID-19 menghantui para pengusaha hotel dan restoran di Gunungkidul. Pandemi yang sudah berlangsung hampir 1 tahun ini membuat usaha mereka terpuruk. Bahkan dalam sebulan terakhir industri ini kian berat akibat pemberlakuan Pengetatan Secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PSTKM).
Akibatnya, sejumlah hotel seperti penginapan ataupun Homestay dan juga rumah makan kini mulai dijual. Para pengusaha merasa industri ini semakin berat karena omset mereka terus menerus menurun seiring pemberlakuan PSTKM.
MenurutKetua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Gunungkidul, Sunyoto mengatakan bahwa, pihaknya mencatat sudah ada 2 homestay besar di wilayah Kapanewonan Semanu dan Kapanewon Playen. yang ditawarkan akan dijual.
“Ada juga beberapa restoran yang sudah ditawarkan kepada pembeli,” ucapnya, Senin (08/02/2021) siang.
Sunyoto menambahkan, dampak instruksi PSTKM diakui cukup luar biasa.
“Dampak penurunan kunjungan restoran dan hunian hotel akibat pemberlakuan PSTKM ini mencapai 90 persen lebih,” pungkasnya. (Heri)
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…