OPINI

PATUNG TOBONG MAKIN PANAS: PERWUJUDAN RAKYAT MAKIN DEKAT BUPATI SUNARYANTA

WONOSARI-JUMAT LEGI | Pada masa kampanye Pilkada 2020 calon Bupati Sunaryanta berkali-kali mengatakan bahwa dirinya akan selalu berdekatan dengan rakyat.

Fakta terkini karena persoalan protokoler kenegaraan, ide Bupati Sunaryanta tidak mungkin dilaksanakan penuh.

Meski demikian kedekatan dengan bentuk lain justru rakyatlah yang ingin selalu dekat dengan Bupati Sunaryanta.

Diskusi tanpa moderator soal patung Kendang dan Tobong Gamping di Bunderan Siyono makin menarik. Dan inilah kedekatan rakyat dengan bupati Sunaryanta yang bebas tanpa sekat.

Kedekatan itu berupa masukan demi kebaikan Gunungkidul. Masukan datang dari pensiunan birokrat, anggota dewan, wong cilik yang gagal nyalon bupati hingga pengurus parpol.

Menurut saya, ini sangat menarik, kata Cak Budi Martono, mantan Sekda Gunungkidul, 14-4-2022.

Pertama, kata dia, bukan masalah Icon Tobongnya. Karena Tobong juga punya bubungan dengan sejarah perekonomian Gunungkidul.

Kedua, yang menjadi masalah adalah di mana Tobong tersebut harus ditempatkan, karena dananya cukup spektakuler untuk ukuran Gunungkidul.

Ketiga, jika akan ditempatkan dan mengganti patung yang sudah ada ( Pengendang) di Bundaran Siyono, hal ini akan memberi kesan bahwa Bupati Sunaryanta kurang menghargai Bupati pendahulu.

“Saya menyarankan : Hargailah pendahulu yang susah payah membangun kota. Usul saja, Icon Tobong dibangun di JJLS yang belum disentuh, ” kata Budi Martono.

Mantan Penewu Patuk Haryo Ambar Suwardi berbeda pandangan. Membangun Tobong Gamping di Bundaran Siyono pasti mengganggu lalu lintas.

“Sulap saja itu bekas tobong gamping di jalur wisata Wonosari-Baron menjadi komplek angkringan pujasera alias pusat jajan serba ada sehingga wisatawan bisa berburu kuliner sambil melihat monumen Tobong Gamping” ujarnya memberi solusi.

Senada, Suradi Ketua PAC Partai Demokrat Karangmojo mengusulkan dibangun patung petani sedang panen ketela. Menurutnya ini icon penting yang belum pernah terpikirkan.

Kalau toh bersikukuh membangun tugu Tobong Gamping, ini usulan Kelick Agung Nugroho, resikonya Bupati Sunaryanta harus mengeluarkan dana untuk membiayainya.

“Saya dengar dia banyak membatu pembangunan fisik yang dilakukan warga. Seperti pembangunan gedung SD Unggulan milik Muhammadiyah di Putat, Patuk, Oktober 2021 silam itu,” ujarnya.

Kritik tentang rencana pembuatan patung Tobong di Bundaran Siyono, bukan ekspresi kemarahan rakyat kepada Bupati, tetapi justru merupakan katresnan amazing dalam arti mengawal Sunaryanta selama memimpin Gunungkidul.

Salah satu dari 45 anggota DPRD Gunungkidul mengingatkan, kritik masyarakat adalah sah tetapi itu harus dibukakan solusinya, bukan asal kritik tanpa jalan pemecahan masalah.

Wakil rakyat yang model beginian tergolong wakil yang kurang fasih menyaring gagasan konstituen yang diwakilinya. (bersambung)

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Belasan Rumah Dinas Brimob Polda DIY Dibangun di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, SEBANYAK 18 unit rumah dinas Batalyon C Pelopor Satuan Brimob Polda…

1 hari ago

Viral Kasus Bolosego, Oknum Polisi Dipatsus

YOGYAKARTA - SELASA PAHING, Aipda S  seorang oknum anggota polisi Polsek Kraton menjalani pemeriksaan Propram…

2 hari ago

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

6 hari ago

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

1 minggu ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

2 minggu ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago