WONOSARI-SELASA WAGE | Tidak lebih dari dua Minggu, kasus pembunuhan sadis dengan korban Sugiyanto (52) warga Padukuhan Ngasemrejo 11/02, Kalurahan Ngawu, Kapanewon Playen, Kabupaten Gunungkidul berhasil diungkap jajaran Kepolisian Polda DIY dan Satreskrim Polres Gunungkidul.
Dua orang pelaku yakni, MAW (23) warga Banguntapan, Bantul dan DL (24) warga Sosromenduran, Gedongtengen, Yogyakarta, ditangkap di sebuah kos di daerah Bandung Jawa Barat, Jum’at, (20/11/2020).
Diketahui, saat ditemukan, terdapat 21 luka tusukan pada tubuh korban yang mengakibatkan Sugiyanto tewas secara mengenaskan.
Mengetahui kondisi tersebut, Wizztyo Dwijo Harsoyo alias Agus (41) keponakan korban angkat bicara. Ia mengatakan, bahwa pembunuhan yang menimpa pamannya bukan sekedar pencurian dan perampasan biasa tetapi lebih dari pembantaian.
Agus berharap keadilan ditegakkan serta pelaku mendapat hukuman seberat-beratnya. Selain itu mewakili pihak keluarga, Agus meminta agar motif pembunuhan tersebut lebih didalami oleh pihak Kepolisian.
“Ini bukan sekedar perampasan dengan kekerasan tetapi pembantaian. Setahu saya sepeda motor dan Hand Phone Almarhum masih utuh tidak dibawa pelaku,” ungkap Agus melalui sambungan telephon, Selasa, (24/11/2020) siang.
Lebih lanjut Agus mengungkapkan, kepergian Almarhum dibantai dengan cara keji membuat keluarga dan teman dekat merasa sangat kehilangan dan terpukul. Terlebih, Sugiyanto dikenal sebagai sosok tulang punggung keluarga yang penuh tanggung jawab.
“Selama ini Almarhum yang urus dan menanggung biaya hidup bulek saya Sugiyanti (adik Sugiyanto). Setelah kepergian beliau, kami bingung harus bagaimana. Untuk biaya sehari-hari bulek, kami dari keluarga patungan,” jelas Agus.
Terpisah salah satu Advokat Gunungkidul, Tommy Harahap, SH, MH mencermati perkembangan kasus tersebut menyampaikan, agar pihak Kepolisian mengusut tuntas motif kasus tersebut.
Hal itu, diungkapkan Tommy, agar kedepan kepercayaan publik terhadap kinerja Polisi semakin baik.
Lebih lanjut mantan Asisten Kesejahteraan dan Pemerintahan Rakyat Setda Gunungkidul ini mengatakan, bahwa kasus pembunuhan Sugiyanto menarik perhatiannya. Menurutnya, selain kehidupan Sugiyanto berlatar belakang orang tidak punya, keluarganya pun juga tidak menduga lantaran korban tak memiliki musuh.
“Di sini diharapkan pihak kepolisian paling tidak dapat mengungkap motif pembunuhan sadis yang menimpa korban Sugiyanto,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui, Sugiyanto ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Jogja-Wonosari KM. 22, Padukuhan Karangsari, Kapanewonan Patuk, Gunungkidul, Rabu (11/11/2020) dini hari.
Korban ditemukan bersimbah darah dalam posisi terlentang lengkap dengan pakaiannya. Sepeda motor dan handphone milik korban masih ditemukan di dekatnya. Namun sebuah tas ransel dan dompet milik korban raib digondol pembunuh.
Sugiyanto menderita 21 luka tusukan yang melukai bagian tangan, ketiak, hingga dada. Dua pelaku sebelumnya, sempat memepet motor korban dan menendang korban hingga terjatuh.
Tanpa ampun, MAW lantas menghujani korban dengan tusukan pisau secara membabi-buta. Ketika korban sudah tak berdaya, MAW dan DL lantas merampas dompet serta tas berisi uang tunai Rp 1.680.000,00. (Agus SW)





