WONOSARI-KAMIS PAHING | Lobster air tawar diketahui memiliki kandungan kolesterol yang rendah. Budidaya Lobster masih sangat menjanjikan ditengah dampak virus corona.
Yanto warga Padukuhan Ngaliyan, Desa Pulutan, Kecamatan Wonosari salah satunya. Pada tahun 2011 Yanto mulai menekuni budidaya lobster.
“Saya terinpirasi dari adik saya yang ada di Jakarta. Adik saya budidaya lobster ternyata dapat menambah ekonomi keluarga,” ungkap Yanto.
Pada awalnya, Yanto bercerita, hanya mencoba 20 ekor. Dari hasil uji coba itu, saat ini yanto sudah mampu melayani pemesanan 6000 hingga 8000 ekor bibit lobster setiap bulanya.
Tak hanyau itu, Yanto menambahkan, bahwa saat ini dirinya mulai merambah pasaran di seluruh Indonesia, dengan penghasilan rata-rata 3 hingga 3,5 juta rupiah perbulan.
“Permintaan di Jawa Tengah saja masih tinggi dan belum dapat terpenui. Dari seluruh Indonesi hanya Papua yang belum penah minta dikirim,” jelasnya.
Karena Lobster air tawar memiliki kandungan kolesterol rendah, maka kuliner ini cocok dikonsumsi oleh semua orang. Meskipun harus merogoh kocek ratusan ribu rupiah untuk dapat menikmati satu porsi menu masakan yang tergolong mewah ini.
Selain itu, lobster juga terhitung masih langka, walaupun peminatnya sudah semakin meningkat. Karena alasan itu tidak, heran jika lobster banyak dibudidayakan. (Hery)
YOGYAKARTA - JUMAT LEGI, PROFESOR Sony Warsono, MAFIS, Ph.D.,CA, Ak resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 11.099 mahasiswa baru Universitas Gadjah Mada mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus…
GUNUNGKIDUL-SENIN PAHING, SD Muhammadiyah Mulusan II Padukuhan Mahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, menggelar kegiatan jalan…
SLEMAN-SENIN PAHING, SEORANG kakek berinisial N (73) warga Ngalang, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul, DIY tewas…
YOGYAKARTA - SENIN PAHING, Sebanyak 210 mahasiswa UPN “Veteran” Yogyakarta yang terpilih sebagai kakak asuh…
RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…