PERISTIWA

Pemerintah Makin Bingung Menghadapi Corona

WONOSARI-SABTU PON | Joko Priyatmo (Jepe), pengamat yang selalu membuat analisis dari sisi transendental menyatakan, menghadapi ujian berat mewabahnya corona, Pemerintah Indonesia makin bingung dan salah tingkah.

Melalui berbagai media, demikian Jepe menandai, pemerintah menyerukan masyarakat harus bersatu merapatkan barisan melawan Corona dengan menciptakan istilah “New Normal” adalah indikator kebingungan tersebut.

“Pertanyaan saya, seberapa hebat kekuatan manusia begitu pongah, mau melawan kehendak alam. Corona adalah irama zaman, yang memang harus terjadi. Mau dilawan?” tanya Jepe secara retoris, (6/6/20).

 

INFO KULINER & BISNIS – BOOMING, LEZAT, KAYA MANFAAT BANYAK DIBURU KAUM HAWA

 

Dalam satu alur pemikiran di tempat yang berbeda, pada pengajian bersama antara Ustadz Abdul Somad dan Aa Gym, (13/05/20), terjadi dialog sederhana.

Naik pesawat, yang penerbangannya lancar, para penumpang tidur. Tetapi, demikian Ustadz Aa Gymi menyatakan, manakala ada sedikit goncangan, seluruh penumpang berzikir Allah Huakbar. Sontak para penumpang mengagungkan (mengingat) Asma Allah.

Itulah fungsi “goncangan” sebagaimana pandemi corona yang dirasakan oleh seluruh manusia di dunia saat ini, demikian Aa Gym menterjemahkan makna ujian yang selalu datang di setiap sejarah peradaban manusia.

 

INFO HARI INI – HEBOH, BENDA JATUH DARI ANGKASA

 

Corona sebagai ujian, sebagaimana yang dipahami kebanyakan orang, mestinya dihadapi dikerjakan, dijawab, atau diselesaikan, bukan dihindari, bukan pula dimusuhi apalagi dilawan.

Sementara sangat berbeda dengan fakta pemahaman sujumlah tokoh baik nasional maupun lokal. Ada ajakan melawan Corona yang ditulis di berbagai baliho besar dan dipasang di tepian jalan.

Ketua DPRD Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, SE, bahkan mengedukasi warga, bahwa corona adalah musuh bersama.

 

INFO HARI INI – SEMPAT TERCECER DARI BANTUAN PEMERINTAH, BEGINI KONDISI MARTO REJO

 

Menurut Endah Subekti Kuntariningsih corona menyerang tidak pandang bulu, tidak membedakan usia, jabatan dan ras. Siapa pun mulai dari presiden, gubernur, bupati sampai rakyat biasa, berpotensi sakit, karena virus Civid-19.

“Bahkan WHO menyatakan Corona tidak menghormati perbatasan. Virus ini melabrak dunia. Itu sebabnya saya menyatakan, corona sebagi musuh bersama,” terang Endah.

Pendapat ulama cukup tegas, corona harus dihadapi. Pendapat umarok (pemerintah) bebas diikuti, bebas pula dipikirkan. (Bambang)

 

INFO HARI INI – INSPIRATIF MASA PANDEMI, GURU HONORER JUAL HASIL TANI VIA ONLINE

infogunungkidul

Recent Posts

Kepala BGN, Naniek Deyang Mengundurkan Diri

KEPALA Badan Gizi Nasional (BGN) Naniek S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya. Naniek mundur dari…

10 jam ago

Semangat Warga Lemahbang Wujudkan Jalan Aspal Sepanjang 200 Meter

GUNUNGKIDUL - SENIN PON, Semangat warga Padukuhan Lemahbang, Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul dalam kegiatan…

3 hari ago

Dampak Kemarau Mulai Dirasakan Sebagian Warga Gunungkidul, ORI Droping Air Bersih

SAPTOSARI – MINGGU PAHING, Dampak kekeringan akibat kemarau panjang mulai dirasakan oleh sebagian warga di…

3 hari ago

Darurat Gandir, Dalam Sehari Dua Gantung Diri Terjadi di Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - JUMAT KLIWON, Dua warga di Kabupaten Gunungkidul dilaporkan meninggal dunia akibat gantung diri…

5 hari ago

Menolak Diajak Pulang Istri, Seorang Petani di Gunungkidul Gantung Diri di Gubuk

GUNUNGKIDUL – JUMAT KLIWON, Warga Dusun Nglaos, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul digegerkan dengan…

5 hari ago

Korsleting Saat Service Mesin, Satu Unit Mobil Sedan dan Garasi Hangus Terbakar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Satu unit kendaraan roda empat jenis sedan di Padukuhan Ngunut Tengah…

2 minggu ago