PEMERINTAH MENGAJAK PATI GENI, TETAPI RAKYATNYA MEMBANGKANG

2363

DALAM spiritual Jawa dikenal terminologi Pati Geni (PG). Kegiatan PG dilakukan untuk meraih kesaktian tertentu.

Pelaku PG masuk kamar gelap, tidak boleh ada sinar lampu, tidak boleh makan serta minum.

Laku PG itu merupakan pilihan individual, tetapi bisa juga pilihan kolegial, artinya bisa dilakukan satu dua orang bahkan lebih.

Lockdown, PPKM Mikro, PPKM Mikro ditambahi Darurat, esensinya hampir sama dengan PG.

Sepanjang manusia itu mau berfikir sedikit saja, segala upaya pemerintah yang dilakukan selama satu setengah tahun lebih itu adalah ajakan untuk melakukan PG agar rakyat memperoleh kesaktian bernama imunitas tubuh dari gerogotan pandemi.

Supaya semua warga itu menjadi sakti. Dalam terminologi Islam ada istilah yang disebut puasa.

Tidak makan, tidak minum siang hari, endingnya adalah untuk meraih kemenangan dalam melawan segala macam api yang serba panas.

Api kekuasaan, api kebendaan, api kewanitaan, serta ap-api yang lain. Kesaktian yang mau diraih supaya manusia bertakwa.

Jadi, ajakan Pemerintah itu sudah berada di jalan yang benar. Salahnya di mana? Yang diajak tidak mau.

Coba masyarakat itu mau PG dalam arti substansial, tak usah lama-lama tujuh hari saja, pasti paradigma pikiran akan berubah, dan manusia mendapat petunjuk yang benar bagaimana cara hidup yang semestinya. (Bambang Wahyu)




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.