POLITIK

Pencoblosan Pilkada 2020 Bawaslu Soroti Potensi Kerumunan

WONOSARI-SELASA PAHING | Pasca simulasi pencoblosan Pilkada beberapa waktu lalu, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul memberikan sejumlah catatan. Beberapa di antaranya terkait dengan protokol kesehatan (prokes) pencegahan COVID-19.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Gunungkidul, Rosita menyampaikan bahwa, masih adanya kerumunan saat simulasi lalu.

“Penerapan jaga jaraknya kurang optimal, saat antrean masuk ke TPS atau ketika berinteraksi dengan petugas KPPS,” kata Rosita pada Selasa, (01/11/2020).

Selain penerapan jaga jarak yang kurang, Bawaslu Gunungkidul juga menyoroti prokes yang dijalankan oleh petugas KPPS saat simulasi. Seperti membuka masker saat berinteraksi dengan calon pemilih hingga tempat duduk yang masih berdekatan.

Rosita pun menyarankan KPU Gunungkidul agar memperhatikan protokol jaga jarak tersebut. Terutama pemakaian masker oleh petugas serta mekanisme bilik coblos khusus bagi pemilih dengan suhu tubuh lebih dari 37,3 derajat Celcius.

“Setidaknya perlu kotak suara khusus bagi pemilih dengan kondisi tersebut untuk menjamin keamanan,” jelasnya.

Terpisah, Komisioner Divisi Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Gunungkidul Andang Nugroho mengakui bahwa kerumunan hingga antrean masih jadi kendala saat simulasi kemarin.

Meski demikian, ia menyebut secara keseluruhan pelaksanaan simulasi berjalan baik dan dianggap berhasil. KPU Gunungkidul pun memutuskan simulasi cukup dilakukan sekali.

“Tinggal bagaimana penguatan teknis pada petugas KPPS dan PPK. Saat ini bimbingan teknis (bimtek) masih terus kami lakukan,” kata Andang di Kantor KPU Gunungkidul.

Terkait kotak suara khusus bagi pemilih bersuhu tubuh tinggi, ia menganggap hal tersebut tidak diperlukan. Pasalnya saat pencoblosan, pemilih tersebut akan didampingi oleh seorang pendamping.

Andang mengatakan nantinya pendamping tersebut akan membantu mencoblos surat suara dan memberikannya ke petugas TPS. Pendamping pun dipastikan akan merahasiakan pilihan dari pemilih tersebut.

“Jadi pemilih yang bersangkutan sama sekali tidak melakukan kontak langsung, baik dengan petugas ataupun surat suara,” paparnya.

Seluruh petugas TPS sendiri nantinya akan dibekali dengan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Antara lain menggunakan masker, sarung tangan karet, hingga pelindung wajah.

Sedangkan bagi pemilih, diwajibkan mencuci tangan sebelum dan sesudah mencoblos dan mengenakan masker. Sebelum menuju bilik suara pun pemilih akan dibekali dengan sarung tangan plastik sekali pakai. (Hery)

 

infogunungkidul

Recent Posts

Polres Gunungkidul akan Usut Tuntas Kasus Dugaan Penganiayaan Brutal Terhadap Seorang Remaja di Wonosari

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang tergolong brutal bahkan sadis terhadap…

3 hari ago

Remaja di Gunungkidul Dikeroyok, Disiram Miras, Luka Dilumuri Garam

WONOSARI – RABU KLIWON, Seorang remaja di Gunungkidul, menjadi korban penganiayaan dan pengeroyokan brutal oleh…

4 hari ago

Kliwon Ditemukan Selamat di Hutan Sanglor

GUNUNGKIDUL - SABTU LEGI , SEORANG Lansia berhasil ditemukan tim SAR Gabungan dengan selamat setelah…

1 minggu ago

Seorang Pria ODGJ Ditemukan Gantung Diri

GUNUNGKIDUL — RABU PON, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) warga Kalurahan Katongan, Kapanewon Nglipar, Kabupaten…

2 minggu ago

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

3 minggu ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

4 minggu ago