Categories: WISATA

Penggarap Tanah SG Pantai Watu Kodok Hanya Akan Dijadikan Kuli oleh Investor

WONOSARI, SENIN KLIWON-Rugiyati, Bendahara Pengelola Pantai Watu Kodok didampingi Sumarno Ketua Kelompok mengatakan, bahwa warga penggarap tanah SG dipaksa keluar dari area Watu Kodok oleh Kuasa Hukum Investor Eni Supriyani. Surat sosialisasi penataaan tanah SG yang dilayangkan Pemda Gunungkidul berubah menjadi alat pengusiran.

Pengalaman pahit, dalam bentuk ancaman investor melalui kuasa hukum itu diceritakan di hadapan Slamet, S.Pd. MM,  anggota Komisi A DPRD DIY, (22/03).

Rugiyati mengaku, Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul mengundang kelompok untuk keperluan sosialisasi penataan tanah SG memang benar. Tetapi, menurut Rugiyati inti pertemuan berubah, berbalik menjadi pengusiran.

Warga tidak diperbolehkan beraktivitas. Eni Supriyani melalui Kuasa Hukum menunjukkan Surat Kekancingan dari Kraton Yogyakarta, bahwa pengelolaan kawasan Pantai Watu Kodok, berada di bawah kewenangannya.

Lengkap dibeberkan, seluruh bangunan yang ada, harus dibersihkan. Warga bisa lebur bergabung ke Eni Supriyani manakala memiliki ketrampilan terntentu.

Pengrajin bisa menitipkan karyanya ke Eni. Warga yang ahli di bidang bersih-bersih boleh menduduki job sebagai tukang sapu. Ahli masak, boleh menjadi koki. Singkat kata, menurut Rugiyati, masyarakat hanya diberi kesempatan menjadi kuli atau buruh.

Dalam hal ini, Sumarno, Rugiyati Surahman, juga yang lain menolak keras. Persengketaan antara warga dengan calon investor melalui kuasa hukum tambah panas.

Pertemuan pertama di tempat Karto, salah satu penggarap tanah SG, menurut Rugiyati tanpa hasil. (bersambung) (Agung).

infogunungkidul

Recent Posts

Kecelakaan Beruntun, Seorang Pemotor Meninggal Dunia

GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…

1 minggu ago

Melintas di Bokong Semar, Truk Tronton Terguling

BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…

2 minggu ago

28 Tahun Reformasi, Aktivis UJB Terbitkan Buku Sejarah Gerakan Mahasiswa Empat Dekade

JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…

3 minggu ago

“Adu Banteng” Vario Vs Supra dua Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

3 minggu ago

Gorok Leher Sendiri, Pria Asal Gunungkidul Ditemukan Tewas

SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…

4 minggu ago

Waspada! Diduga Ulah Maling, 3 Warga Nglipar Kehilangan Emas dan Uang Tunai

GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…

4 minggu ago