OPINI

PERANG PATUNG

WARGA Gunungkidul tidak butuh diajari perang patung. Tujuh ratus ribu jiwa lebih penghuni Bumi Handayani memerlukan bimbingaen menuju jalan peningkatan penghasilan perkapita, agar bisa hidup layak. Warga yang hidup di bawah garis kemiskinan masih berada di angka 17,7%.

Artikel ini lahir dilatarbelakangi oleh ide dibangunnya Malioboro Jilid II alias pembangunan tata kota Bundaran Siyono-Kranon menuju Simpang Empat Baleharjo, Kapanewon Wonosari.

Menengok ke belakang, bahwa Tukang Kendhang di Bundaran Siyono, BPD DIY serta Hj. Badingah memiliki catatan bahkan keterkaitan khusus.

Tahun 2019 BPD DIY mengeluarkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) meski tidak disebut besaran rupiahnya.

Kala itu dana CSR diserahkan kepada Bupati dijabat Hj. Badingah, S.Sos untuk merevitalisasi patung Tukang Kendhang Bundaran Siyono, termasuk merevitalisasi pasar induk Argo Sari dan pembuatan sumur bor serta beasiswa.

Patung Tukang Kendhang dibiayai CSR BPD DIY, tetapi ketika Kursi Bupati berada di tangan Sunaryanta akan segera diganti Tugu Tobong Gamping.

Makna lain dari upaya penggantian Patung itu adalah bahwa duit CSR lenyap jadi debu, diurug dengan uang rakyat yang berasal dari dana alokasi khusus (DAK).

Dari sisi biaya pembangunan, kedua patung itu tidak mungkin diperbandingkan karena OPD pengampu tidak mungkin mau bersikap terbuka.

Patung Tukang Kendhang yang dibiayai CSR habis berapa, dan Patung Tobing Gamping yang dibiayai DAK habis berapa ratus juta mustahil dibeberkan ke publik.

Yang jelas, keduanya memakan biaya yang tidak murah, karena penggagasnya bukan tokoh sembarang tokoh.

Bupati Sunaryanta perlu diingatkan bahwa dia tidak hidup di tengah peradaban patung sebagaimana yang dijalani Nabi Ibrahim As ketika berhadapan dengan Raja Namrud.

Dunia yang dihadapi Bupati Sunaryanta adalah era peningkatan ekonomi keluarga. Fokus pembangunan oleh sebab itu harus mengarah ke penegakan kesejahteraan, bukan menghamburkan dana rakyat untuk bongkar pasang patung.

Ditinjau dari sisi penerima manfaat ekonomi, jumlah rakyat yang ekonominya melaju karena pembangunan patung adalah nol %.

Bupati Sunaryanta harus segera dihentikan dari gerakan perang patung, karena tidak ada untungnya bagi rakyat.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

2 hari ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago