Categories: PENDIDIKAN

Peresmian Sekolah Siaga Bencana Ditandai Simulasi Gempa Bumi dan Tanah Longsor

PATUK, SELASA WAGE-Sekolah Menengah Atas Negeri 1 (SMA N 1) Patuk, Selasa (24/04), ditetapkan sekaligus diresmikan sebagai salah satu Sekolah Siaga Bencana, oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Penetapan dan peresmian ditandai dengan kegiatan simulasi gempa bumi dan tanah longsor.

Mujiyono Kepala Sekolah SMA N 1 Patuk mengatakan, sekolah ini berada di wilayah perbukitan batur agung atau zona utara. Sehingga tepat menurutnya, sekolah ini dijadikan salah satu sekolah siaga bencana. Sedikitnya 350 siswa, dan 47 pegawai SMA 1 N Patuk, jelasnya, dilatih untuk tanggap, tangkas, dan tangguh bila bencana terjadi secara tiba-tiba. Menurut dia, program Sekolah Siaga Bencana ini merupakan aset.

“Para siswa semakin sadar potensi gempa bumi yang sewaktu-waktu bisa terjadi, sehingga dapat meminimalisir terjadinya korban jiwa maupun harta benda,” jelasnya.

Cara yang efektif, demikian dia menjelaskan, untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan menyikapi hal tersebut, maka perlu diajarkan pendidikan kebencanaan di sekolah.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Kepala Pelaksana BPBD DIY Biwara Yuswantana mengatakan, sedikitnya terdapat 2.906 dari 5.297 sekolah, berada di wilayah rawan bencana.

“Adapun potensi bencana yang mungkin terjadi diantaranya banjir, tanah longsor, dan gempa bumi,” lanjutnya.

Dikatakanya, bahwa hingga tahun 2017, di DIY telah berdiri 71 sekolah berada di wilayah rawan bencana, 6 diantaranya berada di wilayah Kabupaten Gunungkidul. Harapanya, dengan cara melatih masyarakat untuk bisa memahami karakter bencana, maka masyarakat bisa mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadinya bencana,

“Mengingat DIY memiliki potensi terjadinya bencana, sehingga semua harus dipersiapkan, dan harus menjadi bagian kearifan lokal masyarakat,” tambahnya.

Dengan program ini kedepan para siswa diajarkan bagaimana penanggulangan bencana sejak dini. Pendidikan kebencanaan yang ditanamkan sejak dini, menurutnya merupakan hal penting dalam upaya mengurangi resiko bencana, apalagi anak didik merupakan kelompok rentan terhadap bencana. Sehingga Sekolah Siaga Bencana ini dapat menjadi salah satu solusi. (wp/ig)

infogunungkidul

Recent Posts

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

28 menit ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

6 hari ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

6 hari ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

6 hari ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

6 hari ago

UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Peringkat Tertinggi PTKIN di Indonesia

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, UNIVERSITAS Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta menjadi Perguruan Tinggi Keagamaan…

6 hari ago