Categories: NASIONAL

Pernyataan KBRI Tokyo Terkait Penolakan Anggota DPRD DIY

JAKARTA, RABU WAGE-KBRI Tokyo turut meneliti kejadian WNI a.n. Slamet dengan Paspor Dinas RI tidak diizinkan masuk ke Jepang di Bandara Narita. Secara teknis, ini disebut “denied entry” (ditolak masuk) sehingga bukan dideportasi karena Slamet belum menyeberang gerbang imigrasi untuk masuk ke Jepang. Di setiap negara, petugas Imigrasi dan Bea Cukai setempat berhak menolak masuk bagi siapapun yang dianggap tidak layak masuk atau bermaksud masuk namun tidak sesuai dengan dokumen perjalanan atau isian kedatangan yang dibuatnya.Setiap bulan, puluhan petugas dan pejabat RI masuk dan keluar Jepang dengan Paspor Dinas tanpa masalah, dan kelancaran itu juga yang dialami 4 anggota DPRD lainnya yang satu rombongan dengan Pak Slamet.

Pihak PACTO sebagai tour leader baru melaporkan kepada KBRI Tokyo pada pukul 18.06 waktu setempat, meskipun pesawat GA 880 tersebut mendarat di Bandara Narita pada pukul 08.50 waktu Jepang.

“Berdasarkan data yang kami terima dari semua pihak termasuk Imigrasi Jepang maka kesimpulan sementara yang dapat kami ambil adalah bahwa telah terjadi miscommunication di mana petugas Imigrasi Jepang tidak dapat memahami tujuan Pak Slamet melakukan perjalanan di Jepang menggunakan Paspor Dinas RI,” jelas Eko Junor.

Para turis Tanah Air yang berlibur di Jepang pun sesekali mengalami kendala Bahasa.
KBRI Tokyo senantiasa melayani kepentingan Pemerintah RI dan masyarakat Indonesia di Jepang. Untuk itu KBRI Tokyo telah memiliki “app” online bernama SAKURA INDONESIA dimana WNI dapat melakukan kontak dengan petugas KBRI Tokyo melalui hotline 24 jam.

“Kami pun selalu berkoordinasi dengan Maskapai Garuda Indonesia di Narita, Haneda maupun Osaka agar stafnya dapat membantu menerjemahkan komunikasi jika ada kendala Bahasa di loket Imigrasi,” tambahnya.

Selain itu ketentuan bebas visa untuk masuk ke Jepang hanya berlaku bagi WNI yang telah memiliki e-paspor yang didaftarkan terlebih dahulu pada Kedutaan Jepang di Jakarta maupun kantor Perwakilannya di Indonesia.

“KBRI Tokyo akan menghubungi mitra kerja kami di instansi Jepang terkait agar kesalahan komunikasi seperti ini tidak terulang lagi.” pungkasnya (tan/har)

infogunungkidul

Recent Posts

Hari Jadi Karangasem, Puluhan UMKM Gelar Bazar

GUNUNGKIDUL - KAMIS PAHING, Hari Jadi Kalurahan Karangasem, Kapanewon Paliyan yang ke-93 menggelar bazar UMKM,…

3 hari ago

Gempa Magnitudo 3,0 Guncang Gunungkidul

GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON, GEMPA bumi dengan kekuatan Magnitudo 3,0 mengguncang Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah…

5 hari ago

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

1 minggu ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

2 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

2 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

3 minggu ago