Pernyataan Politis Endah, Memperjelas Jurang Pemisah Wakil dan Bupati Gunungkidul

1006

GUNUNGKIDUL – SELASA PON |Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, S.E., M.P., baru-baru ini memposting sebuah video pernyataan politik. Dari video yang diunggah di akun social media (Sosmed) pribadinya tersebut makin memperjelas retaknya hubungan kerja, maupun politik pasangan Endah-Joko, meski sebelumnya isu tersebut dibantah.

Dalam rekaman video yang berdurasi 2 menit 47 detik, Bupati Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih, menjawab 3 pertanyaan. Namun demikian, hingga saat ini belum jelas di mana lokasi pengambilan video, maupun pihak yang mengajukan pertanyaan terhadap bupati. Apakah dilakukan oleh wartawan/ awak media atau tim kreatif Endah, mengingat video tersebut diunggah di akun pribadi.

“Wabub deklarasi akan nyalon bupati 2029 mendatang tanggapannya seperti apa..???,” tulis pertanyaan pertama yang diikuti sebuah video jawaban Endah.

Endah menjawab, bahwa hal itu merupakan hak pribadi, atau hak politik seseorang.

“Itu adalah hak politik dari semua orang dipersilahkan untuk masing-masing orang yang merasa punya kemampuan untuk mencalonkan presiden, wakil bupati, bupati, atau apa yang jelas itu menjadi hak pribadi atau hak politik. Tetapi, dalam konteks ini kita tidak bisa ikut campur karena itu menjadi kebutuhan dan kepentingan public,” kata Endah.

Pertanyaan kedua yang juga dijawab bupati, “Wabub yang curi star mengganggu pemerintah tidak??”.

Menjawab pertanyaan kedua, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan, bahwa manufer politik wakil bupati, tidak akan mengganggu pemerintahan.

“Saya rasa manufer-manufer politik yang dilakukan secara pribadi oleh pak wakil ini sama sekali tidak akan mengganggu pemerintahan, tidak akan mengganggu roda jalannya pembangunan, karena kita punya OPD, Sekda, dan jajaran lintas yang handal,” terangnya.

Untuk pertanyaan terakhir yakni, “Bupati Gunungkidul takut tidak bertanding dengan Wabub..??.

Terkait hal itu, Bupati Gunungkidul menyatakan, tidak pernah dan belum memikirkan untuk tahun 2029. Meski demikian, secara tegas Endah berujar, dirinya pejuang, dan bukan pecundang.

“Saya itu pejuang bukan pecundang, hanya Alloh SWT yang saya takuti, dan dalam memimpin kabupaten ini harus dijauhkan dari ketamakan kerakusan dan juga ambisi pribadi,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, S.E., DBA., M.M., meluruskan dirinya tidak pernah memberikan pernyataan apapun terkait dengan pencalonan Pilkada 2029 yang akan datang.

Deklarasinya kapan?, demikian Joko menanyakan, dan di mana ia mengatakan akan mencalonkan diri sebagai Bupati Gunungkidul.

“Itu pendapat wartawan yang sengaja mengadu antara bupati dan wakil bupati. Dan memang tidak ada pernyataan saya seperti yang ditulis itu… Harusnya, kalau fair ada pernyataan saya secara verbal dan divisualisasikan dan diadukan dengan Ibu Bupati…. bukan tulisan…,” kata Joko mempertanyakan.

Meski demikian, Joko mengingatkan, bahwa menjadi seorang pemimpin harus selalu siap digosipkan, diberitakan miring, dan bahkan difitnah sekalipun.

“Nanti sebentar lagi akan ada fitnah…. Seorang pemimpin harus siap digosipkan, diberitakan miring, dan di fitnah sekalipun…..,” pungkasnya.
Penulis: Akbar
Editor: HRD

Ikuti infogunungkidul di Facebook, Instagram, dan WA Channel: https://whatsapp.com/channel/0029




Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.