OPINI

PERTANIAN BUDAP ALTERNATIF BERCOCOK TANAM PETANI TAK BERLAHAN

PEMERINTAH Kabupaten Gunungkidul dalam buku “Informasi Pembangunan Tahun 2019” (IPT-19) mencatat bahwa pertanian merupakan sektor penyumbang terbesar terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Dalam buku IPT-19 itu disebutkan sumbangan pertanian terhadap PDRB terbilang sangat besar.

Sektor pertanian masih merupakan sektor penting bagi Gunungkidul, karena sebagai penyumbang terbesar dalam PDRB. Tahun 2018 angkanya mencapai 24,22% (IPT-19 halaman 26). Tahun 2020, dikabarkan meningkat di angka 24,67%.

Sementara itu kenyataan di lapangan menunjukkan, tidak setiap kepala keluarga tani (KKT) memiliki lahan yang memadai untuk keperluan bercocok tanam. Selain itu hampir seluruh jenis produk pertanian tidak stabil, sangat fluktuatif atau naik turun. Soal kepemilikan lahan dan fluktuasi produksi tanaman pangan ini patut dicari jalan keluarnya.

Dalam kaitannya dengan pengembangan subsektor tanaman pangan, bawang merah dan cabai, dan yang lain misalnya, diperlukan inovasi, agar setiap KKT bisa mengaktualisasikan kegiatan bercocok tanam pada lahan yang relatif terbatas, bahkan KKT yang tidak berlahan sekalipun bisa melakukannya.

Dikutip dari Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Pemerintah Kabupaten Gunungkidul Tahun 2020, jumlah penduduk Gunungkidul sebanyak 774.609 jiwa. Rinciannya laki-laki 383. 632 jiwa, perempuan 390.977 jiwa (LKPJ Bupati Sunaryanta 2021, halaman 3).

Pada Semester 1 tahun 2021 menurut Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) jumlahnya berubah menjadi 774.296 jiwa, laki-laki 383.250, perempuan 391.046 jiwa.

Soal kepemilikan lahan tentu saja bukan terletak pada penduduk per individu, tetapi per kepala keluarga.

Disdukcapil Gunungkidul menyajikan data, jumlah KK se Gunungkidul adalah sebanyak 257.061 KK, terdiri laki-laki 218.152, perempuan 39.909 KK.

Jumlah KK 250 ribu lebih itulah yang perlu diberdayakan untuk menanggulangi sering terjadinya kelangkaan cabe rawit dan bawang merah melalui gerakan cocok tanam bumbu dapur atau yang disebut pertanian Budap.

(Bersambung: Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Pertamina Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik Hingga 2026 PT

PT PERTAMINA Patra Niaga memastikan harga BBM subsidi tetap tidak mengalami kenaikan hingga akhir 2026,…

50 menit ago

Tabrak Honda Beat, Seorang Pelajar Meninggal Dunia di TKP

GUNUNGKIDUL - JUM'AT WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

1 minggu ago

JAPFA dan LPER Resmikan Kemitraan Strategis

GUNUNGKIDUL - KAMIS PON, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga…

1 minggu ago

UNS Wisuda 1.082 Mahasiswa Periode VII Tahun 2026

SURAKARTA - MINGGU WAGE, UNIVERSITAS Sebelas Maret (UNS) Surakarta mewisuda sebanyak 1.082 mahasiswa di Auditorium…

2 minggu ago

Unjuk Rasa di Yogya Berlangsung Aman

YOGYAKARTA - JUM'AT PAHING, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta memastikan, aksi demontrasi yang berlangsung pada siang hingga…

2 minggu ago

Pendidikan Khas Kejogjaan Masuk Kurikulum Perguruan Tinggi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, GUBERNUR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X secara…

3 minggu ago