EKONOMI

Pertumbuhan Ekonomi Dilihat Dari Sisi Barang Dan Jasa, Ibarat Orang Piara Kucing

WONOSARI-JUMAT LEGI | Pertumbuhan ekonomi bisa dilihat dari berbagai sisi. Salah satu di antaranya dari sisi produksi barang dan jasa.

Ihwal mempertinggi angka pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gunungkidul dilihat dari ketersediaan produk, Benyamin Sudarmadi (BSM) membuat analogi sederhana.

Ibarat Gunungkidul itu orang yang hendak makan, logikanya mengambil nasi diikuti sayur, dan mungkin telur. Endingnya perut kenyang dan energi bertambah, fisik siap diajak kerja keras.

Menjadi aneh, jika jeruk santang madu dimakan lebih dulu. BSM bilang, tidak bakal menambah energi, kecuali sebatas penyegar mulut belaka. Alasannya, jeruk adalah suplemen atau vitamin, bukan karbohidrat.

Singkat kata, membangun pertumbuhan ekonomi dari sisi jenis produksi barang, adalah butuh prioritas.

“Pertumbuhan ekonomi terutama produk barang adalah energi daerah. Dari sekian potensi Gunungkidul perlu dipilih yang memang bobotnya besar guna mengatrol pertumbuhan,” terang BSM, 23-2-2023.

Dia mencoba kukuh pada doktrin yang diciptakan dalam berbagai pertemuan, Dalan Amba, Banyu Rata.

BSM tahu bahwa penyumbang pertumbuhan ekonomi di Gunungkidul ada 17 sektor, karena dia membuka dokumen Gunungkidul dalam angka.

“Tujuh belas sektor itu semua butuh dukungan infrastruktur. Maka saya bertahan pada doktrin saya sendiri: Dalan Amba Banyu Rata,” tegasnya.

Di samping barang, penyokong terbesar kedua yaitu jasa. Yang sudah kelihatan sumbangannya adalah industri jasa pariwisata.

“Bali bisa hebat karena pariwisata. Mengapa Gunungkidul tidak? Kita harus dorong pembangunan infrastruktur penunjang pariwisata,” tegas BSM.

Dia menunjuk contoh negara tetangga Singapura. Pertumbuhan ekonomi lumayan tinggi.

“Padahal negeri persemakmuran itu mengandalkan jual jasa. Saya bilang negeri Calo,” terang BSM.

Pertumbuhan ekonomi Gunungkidul menurutnya tidak hanya ditopang oleh perdagangan barang dan jasa, tetapi fakta hari ini tidak bisa dipungkiri.

Ibarat piara kucing, para tokoh tidak perlu berdebat kucing hitam atau putih, yang penting kucing itu bisa menangkap tikus.

“Artinya, kita tidak perlu ribut, mana yang didahulukan perdagangan barang atau jasa, yang penting pertumbuhan ekonomi bisa naik, tidak hanya 5,22% seperti tahun 2021,” pungkas BSM.

(Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pensiunan PNS Dinas Kesehatan, Ditemukan Meninggal Dunia di Rumah

WONOSARI - KAMIS KLIWON | BDM (58) seorang lelaki pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS), Dinas…

2 jam ago

Pulang Sekolah, Bocah SD Tewas Mengenaskan Setelah Tersambar Muatan Mobil Pick Up

GUNUNGKIDUL – KAMIS KLIWON | Kecelakaan tragis menimpa seorang pelajar Sekolah Dasar (SD) di Jalan…

3 jam ago

Ribuan SPPG Dilarang Beroperasi Sementara Waktu

GUNUNGKIDUL - KAMIS KLIWON Setidaknya 1.780 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dilarang beroperasi untuk sementara…

14 jam ago

Polisi Terbitkan DPO Pelaku Pengeroyokan Pelajar 16 Tahun

YOGYAKARTA - RABU PON | POLRES Bantul resmi menerbitkan Daftar Pencarian Orang atau (DPO) terhadap…

1 hari ago

Diduga Rem Blong, Sepasang Lansia Terjun ke Selokan Sedalam 3 Meter

GUNUNGKIDUL – SENIN PAHING, Diduga kehilangan kendali, sepasang suami istri lanjut usia alami kecelakaan tunggal…

3 hari ago

Beat Vs Smash, Dua Pengendara Dilarikan Ke Rumah Sakit

NGLIPAR - SENIN PAHING, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…

4 hari ago