YOGYAKARTA-JUM’AT PAHIMG | APARAT Kepolisian Polda Daerah Istimewa Yogyakarta atau (DIY) menurunkan tiga atribut Front Pembela Islam (FPI) di wilayah Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman.
Atribut tersebut diturunkan oleh petugas pada hari ini, Jum’at (1/1/21) pasca adanya pengumuman larangan ormas FPI oleh Menkopolhukam Mahfud MD di Jakarta Rabu, 30 Desember lalu.
“Hari ini (sudah) diturunkan yang di Gamping,” kata Kabidhumas Polda DIY Kombes Yulianto kepada awakmedia Jumat, (1/1/21).
Dirinya mengungkapkan, tiga atribut FPI yang diturunkan oleh aparat polisi tersebut semuanya berada di wilayah Kecamatan Gamping.
Pertama, kata Yuli, yang diturunkan adalah papan nama dengan bahan plat besi petunjuk arah bertuliskan markas besar FPI DPD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Kedua lanjutnya, papan nama bertuliskan FPI DIY berada di gang masuk rumah Bambang Tedi.
Dan yang terakhir, papan nama berbentuk rambu lalu lintas bertuliskan markas besar FPI DIY yang berada di selatan jalan atau tepatnya di Jalan Wates Km 8,5 atau 50 meter dari jembatan kali Konteng.
Kabidhumas menambahkan, saat ini tidak ditemukan atribut FPI di lokasi lain.
“Gamping saja,” tegasnya.
Dirinya berharap, masyarakat DIY tidak mengikuti organisasi yang telah dilarang oleh pemerintah.
“Masyarakat agar tidak mengikuti organisasi yang dilarang pemerintah,” pungkasnya. (tan/red)
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…