WONOSARI, Senin Kliwon– Peredaran pil sapi di Gunungkidul merupakan salah satu pekerjaan aparat kepolisian yang diwaspadai. Jenis obat keras ini saat ini cukup menjadi pilihan masyarakat lantaran harganya yang cukup terjangkau, jauh lebih murah dibanding minuman keras.
AKP Tri Wibowo, Kasat Narkoba Polres Gunungkidul, mengatakan harga pil sapi jauh lebih murah dan terjangaku, 10 butir cukup merogoh kocek Rp 30.000,00. “Ini yang sebenarnya sangat berbahaya mengingat efeknya sangat buruk bagi kesehatan,” ujarnya, Minggu (03/06).
Selain mengawasi pil sapi, pihaknya juga konsentrasi peredaran minuman keras, selama lebaran dan setiap tahun baru. Dikatakannya, pihaknya mulai melakukan pengawasan untuk memotong jalur suplai miras ke Gunungkidul disejumlah jalan, terutama jalan yang digunakan sebagai akses masuk ke Kabupaten Gunungkidul. Karena menurutnya, momen perayaan hari raya biasa digunakan oleh para pengedar miras untuk mengeruk keuntungan.
“Tahun barupun biasanya permintaan miras memang meningkat pesat, oleh karenanya menjadi konsentrasinya,” imbuhnya.
Menurutnya, Berbagai cara dilakukan para bandar miras untuk menyembunyikan barang haram itu, supaya tidak kena razia petugas. “Biasanya mereka menyimpan di rumah orang lain, di kebun bahkan dipendam di dalam tanah,” tutupnya. (Jk)
GUNUNGKIDUL – SELASA KLIWON, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit mobil dan dua sepeda…
BANTUL - SENIN PAHING, Sebuah truk tronton terguling di Jalan Wonosari kawasan tikungan Bokong Semar,…
JAKARTA-KAMIS PON, BERTEPATAN dengan 28 tahun jatuhnya Orde Baru, sebuah buku sejarah kolektif tentang gerakan…
GUNUNGKIDUL - MINGGU WAGE, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan dua sepeda motor terjadi…
SLEMAN - JUMAT PAHING, SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang berdomisili di Kecamatan Seyegan, Sleman,…
GUNUNGKIDUL-RABU KLIWON, Dalam sepekan terakhir kasus pencurian dengan pemberatan terjadi di wilayah hukum Polsek Nglipar.…