OPINI

PRABOWO-JOKOWI BERPERANG, MEDIA TELEVISI SEBAGAI PEMENANG

SENIN LEGI -Tidak toleran, atau tidak solider, mengakibatkan perbedan kecil mudah berkobar menjadi api permusuhan. Ini bertentangan dengan Pasal 29 Ayat 2 UUD 1945. Pangkal penyebabnya manusia tidak memahami dua peran tunggal yang harus dimainkan, sebagai abdi dan sebagai utusan. Peran Prabowo-Jokowi hakekatnya sama. Mereka berdua terus berperang, pemenangnya media televisi.

Apapun sukunya, atau apapun agamanya, peran mengabdi dan peran memelihara tanah tumpah darah adalah mutlak sebagai pengikat utama ide Persatuan Indonesia.

Persatuan yang selalu didengungkan, dalam hingar bingar teknologi yang semakin canggih justru tercabik-cabik. Media memanfatkan momentum perdebatan sangar antara Prabowo Subianto dengan Joko Widodo.

Saling caci dan saling serang, yang dibungkus dalam terminologi berbalas patun, oleh media televisi dijadikan komoditas guna menaikkan ratting, dan menarik iklan.

Rakyat jenuh melihat komunikasi politik yang tidak beradab. Rakyat Indonesia tidak menerima manfaat apapun dari model komunikasi politik yang dipamerkan Prabowo-Jokowi. Tidak pernah disadari, bahwa televisilah yang menangguk rupiah dari silat lidah gaya Prabowo-Jokowi.

Cara komunikasi seperti itu mengingatkan peristiwa sejarah terbelahnya laut, ketika Nabi Musa dikejar pasukan Raja Firaun. Bedanya, Nabi Musa dalam prespektif menyelamatkan ajaran Ketuhanan Yang Maha Esa, sementara Prabowo-Jokowi menyelamatkan paham atau ajarannya masing-masing.

Sejak 2014 keterbelahan bangsa itu terlihat makin nyata dan makin tajam. Terlebih 2018-2019, Persatuan Indonesia menjadi barang langka.

Manusia Indonesia mulai tidak adil dan tidak beradab?. Atau manusia Indonesia mulai tidak berketuhanan? Pertanyaan ini relevan, ketika media sosial dijadikan ladang perburuan musuh yang sesungguhnya adalah kawan sebangsa dan setanah air.

Sampai 2024 Negeri ini akan makin tercabik-cabik? Itu tergantung pada kualitas wakil yang terpilih.

“Pilihlah wakilmu yang dapat dipercaya,” demikian sebaris kalimat pada mars pemilihan umum. (Bambang Wahyu Widayadi)

infogunungkidul

Recent Posts

Polda DIY Larang Seluruh Personel Gunakan Vape

YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…

3 hari ago

Truk Hino Terguling di Tikungan Bokong Semar, Sopir Luka Memar

BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…

3 hari ago

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

5 hari ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

6 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

6 hari ago

Ratusan Mahasiswa UNY Ikuti Wisuda Periode Oktober 2026

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…

6 hari ago