EKONOMI

Prospek Penjualan Pepaya California Sangat Bagus, Masyarakat Didorong Untuk Menanam

PATUK – Kamis Kliwon | Untuk melakukan misi kemanusiaan dan kemasyarakatan, dalam upaya meningkatkan kesejahteraan para petani, melalui pemberdayaan kelompok tani yang ada di Gunungkidul, Kolonel Infanteri Dr. Tugiman, S.H. M.Si memberikan pendampingan kelompok home industri/UMKM pertanian, pembibitan tanaman pepaya california di Padukuhan Soka, Desa Patuk, Kecamatan Patuk, Minggu (23/02/2020) lalu.

Pada kesempatan tersebut, Tugiman memberikan bantuan bibit pepaya california kepada petani pemberdayaan dan melakukan penanaman secara simbolis.

Tugiman mengatakan, dipilihnya pepaya california untuk dibudidayakan lantaran prospek penjualannya sangat bagus, selain itu pepaya california buahnya lebih manis dibanding pepaya yang ditanam di daerah lain.

Dengan sendirinya, pepaya tersebut akan memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi, terlebih masih banyak lahan-lahan yang kosong belum diberdayakan.

Dengan upaya ini, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan gairah kelompok tani untuk mengembangkan kreatifitas sesuai dengan potensi yang ada di daerahnya masing-masing.

“Pepaya ini sudah di kenal di berbagai wilayah, dan kita juga tidak perlu jual ke pasar bahkan tengkulaknya lah yang akan datang sendiri ke petani. Jenis pepaya ini sangat berpeluang besar untuk masuk ke supermarket,” kata Tugiman.

Sementara itu, salah seorang anggota kelompok tani, Susilo Sugiyarto menjelaskan, untuk pembibitannya memang mudah. Di toko tanaman memang sudah ada yang jual, namun bagaimana caranya untuk siap tanam, karena umur tanaman sekitar 1,5 bulan baru bisa ditanam.

Menurutnya, buah pepaya california kualitasnya memang sangat bagus, keras dan tidak lembek sehingga tidak mudah membusuk.

“Itulah keunggulan pepaya california yang bisa tahan lama,” jelasnya.

Untuk harga per buah bisa mencapai Rp 5.000 dari tengkulak, sedangkan kalau dihitung perkilo mencapai Rp 8.000 saat dijual ke konsumen.

“Belum nanti kalau sudah masuk ke supermarket tentu akan lebih mahal,” pungkasnya. (hr)

infogunungkidul

Recent Posts

Kekeringan Akibat Kemarau Panjang di Gunungkidul Menjadi Perhatian Banyak Pihak

RONGKOP - KAMIS PON, Musim kemarau panjang tahun ini membawa tantangan ganda bagi Kabupaten Gunungkidul.…

1 hari ago

KKN IPB Kenalkan Program Tani Hayati di Gunungkidul

WONOSARI - RABU PAHING, Sebanyak 8 (delapan) mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Pertanian Bogor…

2 hari ago

Polda DIY Raih Penghargaan 12 Satker Predikat Pelayanan Prima & Zona Integritas

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua…

1 minggu ago

Kakek 70 Tahun Gantung Diri di Pohon Jambu Mete

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Pagi buta,  M (76) seorang kakek warga Padukuhan Tonggor, Kalurahan Pacarejo,…

1 minggu ago

Scoopy Tabrak Ambulan PMI, Satu Korban Dilarikan ke-RS

GUNUNGKIDUL - KAMIS LEGI, Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) yang melibatkan satu unit Mobil Ambulan…

1 minggu ago

Mobil Brimob Polda DIY Terserempet KA Bandara

YOGYAKARTA - KAMIS LEGI, KABID Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan membenarkan adanya kendaraan dinas…

1 minggu ago