EKONOMI

Ratusan Hektar Lahan Tanaman Pangan Dirancang Mendukung Pariwisata Gunungkidul

WONOSARI-KAMIS KLIWON | Bupati Gunungkidul H. Sunaryanta menyiapkan tiga kawasan lahan pertanian untuk mendukung pengembangan pariwisata 2021-2026. Tiga kawasan itu meliputi lahan beririgasi, lahan tadah hujan serta lahan tanaman pangan berkelanjutan.

Pariwisata Gunungkidul di tangan Bupati Sunaryanta dirancang secara sistemik mendapat dukungan dari berbagai sektor, utamanya sektor pertanian dalam pengertian luas.

Mulai 2021 hingga 2024 di bawah kepemimpinan Bupati Sunaryanta Gunungkidul sengaja dibawa ke arah pengembangan pariwisata.

Pada tahun pertama kekuasaan Sunaryanta yang dimulai sejak 26 Februari 2021, pengembangan pariwisata adalah untuk mensejahterakan warga yang jumlahnya 700 ribu lebih.

“Sebagai pusat pengembangan usaha, Gunungkidul difokuskan pada pertanian, perikanan, kehutanan, sumber daya lokal untuk mendukung destinasi wisata menuju masyarakat berdaya saing, maju, mandiri, dan sejahtera,” tulis Bupati Sunaryanta pada Rancangan Awal RPJMD 2021-2026 di halaman I-9 alinea terakhir.

Kawasan pertanian menurut Sunaryanta mencakup tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.

Kawasan tanaman pangan berdasarkan identifikasi Dinas Pertanian Pangan dibagi menjadi tiga yaitu lahan tanaman pangan beririgasi, lahan tanaman tidak beririgasi, dan lahan tanaman berkelanjutan.

Lahan pertanian pangan beririgasi seluas 7.865 hektar berupa sawah irigasi teknis 2.355 hektar dan sawah beririgasi non teknis seluas 5510 hektar.

Sementara itu berdasarkan Perda RT/RW DIY No. 15 Tahun 2019 sawah irigasi teknis dan non teknis yang akan ditindaklanjuti sesuai review RT/RW Gunungkudul seluas 8.520 hektar.

“Lahan beririgasi tersebut menyebar di Kapanewon Gedangsari, Girisubo, Karangmojo, Ngawen, Nglipar, Paliyan, Playen Ponjong, Purwosari, Rongkop, Saptosari, Semin, Tepus dan Purwosari,” dari Rancangan Awal RPJMD halaman II-9 alinea 3.

Selebihnya terdapat lahan tanaman pangan tadah hujan seluas 36.065 hektar merata di 18 kapanewon. Selama 4 tahun ke depan berdasarkan review RT/RW Gunungkidul yang akan dikembangkan adalah seluas 82.679 hektar.

Berikutnya, menyangkut lahan pertanian pangan berkelanjutan ditetapkan 5.500 hektar. Berdasarkan review RTRW Gunungkidul diarahkan ke lahan beririgasi dan tidak beririgasi seluas 29,020 hektar, dengan cadangan seluas 22,291 hektar.

Total kawasan lahan tanaman pangan yang disiapkan mendukung pariwisata tidak kurang dari 120,599 hektar, di luar 22,291 lahan cadangan. (Bambang Wahyu)

infogunungkidul

Recent Posts

Pria asal Semanu Tewas Tertemper Kereta Api

SLEMAN - KAMIS LEGI, SEORANG pria tewas akibat tertemper kereta api di jalur KA KM…

1 hari ago

Polda DIY Larang Seluruh Personel Gunakan Vape

YOGYAKARTA – SELASA WAGE, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta melarang seluruh personelnya menggunakan rokok Elektrik atau…

4 hari ago

Truk Hino Terguling di Tikungan Bokong Semar, Sopir Luka Memar

BANTUL - SENIN PON, KECELAKAAN tunggal yang melibatkan sebuah truk Hino bernomor polisi H-8168-OH terjadi…

5 hari ago

Kapolresta Sleman Bantah Bagi-bagi Uang Rp50 Ribu dalam Bazar di Maguwoharjo

SLEMAN - SABTU LEGI, KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo membantah adanya informasi yang…

7 hari ago

Ribuan Mahasiswa UGM Wisuda Pascasarjana Tahun Akademik 2026/2027

YOGYAKARTA - SABTU LEGI, UNIVERSITAS Gadjah Mada (UGM) menggelar wisuda Program Pascasarjana Periode I Tahun…

7 hari ago

Kapolda DIY Imbau Masyarakat Tak Mudah Terprovokasi

YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, Kepolisian Daerah (Polda) DI. Yogyakarta menghimbau masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak…

1 minggu ago