Lebih lanjut dia menjelaskan, lembar Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ia terima menyebutkan, semen 40 kg sejumlah 40 sak, pasir pasang 6 meter kubik, batu pecah 1/2 1 meter kubik, besi diameter 8 mm SNI 25 batang, begel 8/12 10 kg, Batako Pejal 1.200 buah, dan paku reng 4,49 kg.
“Untuk batako baru dikirim 500 buah, setiap material datang bernota, tetapi tidak ada daftar harga. Sebagai masyarakat kecil, bantuan yang saya terima tentu kami syukuri dan laksanakan,” ungkap Suraji, Jumat, (02/08).
Namun demikian, karena pengiriman batako terlambat menyebabkan pembagunan tersendat. Suraji menyampaikan, swadaya untuk pembangunan cukup besar.
Senada dengan Suraji, Riyo Utomo menyampaikan, dari beberapa item material bangunan dikirim, batako mengalami keterlambatan. Dia menyampaikan, dari 1.200 buah, baru dikirim 600 buah.
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…
YOGYAKARTA - JUM'AT WAGE, PUCUK pimpinan Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) resmi berganti, setelah Kapolri…
BANTUL - KAMIS WAGE, POLISI mengungkap kasus dugaan penggelapan sejumlah barang milik sebuah toko grosir…
PENDIRI Ikatan Wartawan Online (IWO) akan menggelar Silaturahmi Nasional (Silatnas) perdana pada tahun 2026. Dalam…