“Sejak terbentuknya LKM Handayani, Dinas Peternakan tidak lagi mengurusi soal penagihan dana bergulir yang berada di tangan Sedyo Makarti,” imbuh Soenarto.
Joni, yang disebut-sebut Rubimin sebagai orang dinas, menurut Soenarto adalah karyawan Koperasi Handayani, bukan PNS, bukan pula orang dari Dinas Peternakan.
Kalau nama Agus Susanto, menurutnya memang benar PNS aktif, tetapi ketika datang ke kelompok bukan dalam rangka menagih tetapi secara pribadi meminjam Rp 4.800.000,00.
Berdasarkan hasil penelusuran Dinas, Kelompok Sedyo Makarti yang berubah nama menjadi Sido Dadi telah setor dua kali, pertama Rp 10 juta, kedua Rp 12 juta.
“Saat ini yang menangani adalah Koperasi Handayani. Untuk lebih jelasnya bisa kontak Koperasi Handayani,” pungkas Soenarto. (Bambang Wahyu Widayadi)
Page: 1 2
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…