Besaran saweran dalam pesta politik di Gunungkidul 23/09/2020 mendatang, tentu akan menjadi salah satu penentu siapa yang akan menjadi ‘pemenang semu’ di entitas politik Gunungkidul.
Orang kaya baru yang datang ke daerah dan mencalonkan diri sebagai kepala Daerah patut menepuk dada karena sudah yakin akan menjadi pemenang dan pemimpin sekalipun tidak berasal dari pemimpin inovatif dan pemuka masyarakat (Opinion Leader Inovatif).
Pemuka masyarakat yang sudah teruji akan kandas bahkan tersingkir dari pergulatan politik lokal.
Problematika yang akan menyertai di era kepemimpinan mereka adalah dalam mengeksekusi program dan permasalahan rakyat.
Rupanya, rakyat bakal menerima perlakuan PHP ( Pemberian Harapan Palsu). Rakyat akan menerima kenyataan getir, bahkan pahit.
YOGYAKARTA - JUM'AT KLIWON, SEBANYAK 876 mahasiswa Negeri Yogyakarta (UNY) mengikuti wisuda lulusan program Doktor,…
BANTUL - RABU PON, SEORANG pria berinisial AS (34) warga Panggang, Gunungkidul, ditangkap polisi usai…
GUNUNGKIDUL-RABU PON, Terkait dugaan penahanan atau penundaan pemberian salinan rekam medis Rumah Sakit Umum Daerah…
GUNUNGKIDUL - SELASA PAHING, Salah satu putra terbaik Gunungkidul, sekaligus tokoh politik senior, Drs. HM.…
YOGYAKARTA - MINGGU KLIWON, PT AGRINAS Palma Nusantara (Persero) menjalin kerja sama dengan CV Smart…
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Dugaan kasus malpraktik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosari, yang menimpa…