Pemimpin yang gagah dengan modal Nyawer Rp 30.000,00 (2015) dan Rp 200.000 (2020), hasil capaian kerjanya 5 tahun yang akan datang tidak akan jauh berbeda.
Program unggulan kandidat seputar pariwisata dan eksploitasi SDA Gunungkidul, bukan hal yang cerdas lagi karena hanya mampu mengubah pesona dari hijau dan alami, menjadi rusak gersang, ruwet semrawut dan kumuh karena tidak siapnya SDM lokal.
Mengandalkan pajak penghasilan dan lainnya belum sebanding dengan keindahan anugerah Tuhan yang sejak dulu diberikan untuk kelestarian alam.
Para peminat (kandidat bupati), seyogyanya mendidik masyarakat Gungkidul untuk tidak terlalu lama terjebak pada politik saweran yang akan menghasilkan pemimpin serakah, cenderung berobsesi pada untung rugi, minimal balik modal.
Masyarakat perlu diedukasi dengan tetah dan tateh, untuk mandiri dan tanpa disawer. Semoga tulisan ini menjadi literasi untuk pilkada Gunukidul yang akan datang.
(Dr. Supriyadi, Cendikiawan UNS Surakarta, Putra Daerah Gunungkidul, tinggal di Rongkop)
GUNUNGKIDUL - SABTU WAGE, Veda Ega Pratama berhasil mencetak sejarah besar bagi dunia balap motor…
GUNUNGKIDUL— KAMIS PAHING, Di tengah persoalan kekeringan yang terus terjadi pada setiap tahun, kebutuhan air…
GUNUNGKIDUL - SELASA KLIWON. Upacara adat tradisi pembukaan Cupu Kyai Panjala dilaksankan pada hari ini,…
GUNUNGKIDUL - MINGGU PON, Beberapa agenda kegiatan peringatan Hari Jadi Kabupaten Gunungkidul ke-196 terlaksana dengan…
GUNUNGKIDUL - JUM'AT LEGI, Ritual adat pembukaan Cupu Kyai Panjala di Padukuhan Mendak, Kalurahan Girisekar,…
YOGYAKARTA - SABTU KLIWON, POLDA Daerah Istimewa Yogyakarta menggelar serah terima jabatan Direktur Reserse Kriminal…